Perbaikan Irigasi Gumbasa Sudah 70 Persen

oleh
Dua orang pekerja tengah berbincang-bincang dipintuair bendungan irigasi gumbasa, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, Sabtu (6/7). (FOTO : MAL/FALDI)

SIGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi terus melakukan perbaikan sejumlah infrastruktur yang mengalami kerusakan pascabencana alam, 28 September tahun lalu.

Salah satu infrastruktur yang saat ini sedang dalam tahap perbaikan adalah  bendungan Sungai Gumbasa yang menjadi sumber pengairan pertanian di daerah itu.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sigi, Edy Mils, Selasa (19/11), dalam penanganan bendungan Gumbasa itu, Pemkab Sigi telah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat.

Saat ini, kata dia, proses pekerjaan tengah dilakukan di bagian hulu.

“Alhamdulillah info terakhir yang kami dapat dari Kementerian PUPR, saat ini progress perbaikan bendungan Gumbasa sudah mencapai 70 persen. Ini akan terus  dikerjakan secara bertahap sampai selesai,” kata Edy.

Menurutnya, rehabilitasi dan rekonstruksi bendungan tersebut tidak lain untuk memenuhi kebutuhan pertanian di daerah itu sehingga para petani dapat kembali melakukan aktifitas.

“Sebab Kabupaten Sigi ini menjadi salah satu daerah lumbung pangan bagi Sulawesi Tengah,” terangnya.

Menurutnya, setelah direhabilitasi, maka hulu Gumbasa sudah bisa mengairi lahan pertanian subur seluas 1.070 hektar.

“Kita berdoa agar pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi bendungan dan irigasi Gumbasa cepat selesai sesuai target yang ditentukan. Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk perbaikan tersebut,” tutup Edy.

Sebelumnya, Kepala Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Kementerian PUPR di Sulteng, Arie Setiadi Moerwanto, mengatakan, bendungan Gumbasa dibangun sejak 1931 itu, mulanya hanya berupa free intake dengan suplai air dari Sungai Gumbasa. Kemudian dibangun menjadi bendungan permanen pada tahun 1976 yang ada di Desa Pandere, Kecamatan Gumbasa.

Kata dia, luas lahan irigasi potensial dari DI Gumbasa tersebut adalah 8.180 hektar.

Adapun prose perbaikan tersebut, lanjut dia, di tahap I berupa rehab bendung dan saluran untuk areal pertanian seluas 1.070 Ha dari Intake sampai dengan BGKn 7.

“Kegiatan rehab meliputi Perbaikan Intake, Gravel Trap, Sand Trap, Saluran Induk sepanjang 7.168 meter dan Saluran Sekunder Ramba 996 meter,” ujarnya.

Kemudian, lanjut dia, saluran sekunder Kalawara sepanjang 492,6 meter dan Saluran Sekunder Kalulu Lau 1.124,8 meter, saluran pembuang Pandere 1.166 meter dan saluran pembuang Sibowi 1.500 meter.

“Pekerjaan tahap pertama menelan biaya Rp152 miliar yang bersumber dari APBN dengan progres fisik sebesar 82 persen dan ditargetkan selesai pada Desember 2019,” katanya.

Sedangkan di tahap II, lanjut dia, pembangunan akan difokuskan pada pekerjaan pembangunan saluran irigasi untuk melayani sekitar 7.100 ha area pertanian potensial.

“Untuk tahap II, akan dilakukan Perencanaan Desain Teknis melalui Program ESP Loan ADB pada Desember 2019 hingga Agustus 2020. Sementara itu, konstruksinya akan dimulai pada Mei 2020 dan ditargetkan selesai pada November 2021,” tutupnya.

Secara administratif, Daerah Irigasi (DI) Gumbasa melayani 5 kecamatan yang berada di Kabupaten Sigi dan Kota Palu, yaitu Kecamatan Gumbasa, Tanambulaya, Dolo, Sigi Biromaru dan Palu Selatan. (HADY)