Penyintas Bencana Sigi Terima Daging Kurban dari Presiden, Sapinya Diberi Nama “Raden”

oleh -
"Raden", sapi kurban pemberian Presiden Joko Widodo untuk penyintas bencana alam di Kabupaten Sigi. (FOTO: media.alkhairaat.id/Faldi)

SIGI – Ratusan penyintas bencana alam di Kabupaten Sigi mendapatkan jatah daging kurban dari Presiden Joko Widodo.

Daging kurban tersebut dibagikan usai pelaksanaan Shalat Idul Adha 1443H/2022 di Masjid Al Mubarakah, Desa Pombewe, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Ahad (10/07).

“Kalau sesuai kupon yang sudah beredar total 300 Kepala Keluarga (KK), 150 di antaranya adalah penyintas yang mendiami hunian tetap (huntap). Sedangkan 150 lainnya adalah jemaah dari enam mesjid yang ada di Desa Pombewe,” kata Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesmafet, Dinas Perkebunan dan Peternakan Sulteng, Dandi Alfita, Ahad.

Ia menjelaskan, 300 KK penerima daging kurban itu merupakan golongan yang berhak menerima sesuai anjuran agama Islam, yakni di kaum dhuafa, yatim piatu serta janda.

“Sebelum disembelih, sapi dengan bobot 952 kilogram itu sudah dipastikan bebas dari Penyakit Menular, Mulut dan Kuku (PMK), antraks, mursilosis maupun penyakit lainnya yang biasanya terdapat pada hewan ternak,” jelasnya.

Dandi menambahkan, sapi yang diberi nama Raden itu sebelumnya sudah dilakukan uji labolatorium penyakit hewan dengan contoh sampel darah, kotoran maupun bagian nasofaring.

“Uji sampelnya itu di Veteriner Maros dan UPT Veteriner Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi. Hasilnya bebas dari penyakit sehingga aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sigi, Basir Lainga, mengatakan, sapi itu adalah amanah dari Presiden Joko Widodo, sehingga harus disampaikan kepada masyarakat banyak agar dapat dikonsumsi bersama-sama dalam momentum yang penuh makna ini.

“Tapi tentu jumlah itu tidak mutlak sesuai kupon karena biasanya justru lebih dari itu,” ungkapnya.

Ia mengimbau agar dalam proses pendistribusian daging ke penerima manfaat tidak dilakukan secara berkerumun, namun dilakukan secara tertib serta memperhatikan protokol kesehatan.

Reporter : Faldi
Editor : Rifay