Penuhi Janji, Yayasan Insan Cita Indonesia Berangkat Umrah Warga Sulteng

oleh -
Pendiri sekaligus ketua Yayasan Insan Cita Indonesia, Nilam Sari Lawira (tengah) dan Ani Abd Rasyid (tiga dari kanan). (FOTO: MAL/FAUZI)

PALU – Yayasan Insan Cita Indonesia (ICI) memberangkatkan lima warga Provinsi Sulawesi Tengah sebagai jamaah umrah di awal tahun 2018.

Mereka adalah Mahdi Ahmad (50) dan Ani Abd Rasyid (60) dari Kota Palu serta Faridah (39) dari Kabupaten Parigi Moutong, serta dua orang pendamping.

“Ini merupakan berkah dari kegiatan Palu berzikir dan Parigi berzikir beberapa waktu lalu,” ungkap Ketua Yayasan ICI, Nilam Sari Lawira kepada sejumlah wartawan di Palu, Senin.

Dalam kegiatan itu, pihaknya menyiapkan ucapan terimakasih dalam bentuk hadiah umrah, bagi mereka yang datang mengikuti kegiatan zikir tersebut.

Bagi Nilam, secara pribadi, memberangkatkan umrah masyarakat Sulteng bukan sesuatu yang ingin dipublikasikan.

Tetapi, pihaknya sangat ingin menghindari fitnah, bahwa apa yang telah dijanjikan, akan berupaya untuk dapat merealisasikan secepat mungkin.

“Usai merealisasikan janji saat ini, insya Allah, di Bulan Maret 2018, akan kembali melaksanakan kegiatan yang sama, di Kabupaten Donggala dan Sigi,” ungkap Nilam.

Nilam juga memastikan, tetap akan memberikan hadiah penghargaan umrah, yang jumlahnya belum bisa ditentukan.

Kegiatan Palu berzikir dilaksanakan pada tanggal 10 November 2017 dan Parigi berzikir tanggal 11 November 2017, yang menghadirkan ustad Arifin Ilham.

Kegiatan itu, merupakan bagian dari upaya untuk memperjuangan Pue Lasadindi sebagai pahlawan nasional dari Sulteng, serta mendoakan semua ulama dan pejuang yang pernah berjuang di Sulteng.

“Rencananya hanya satu orang untuk Kota Palu, namun karena antusias masyarakat sangat tinggi, sehingga ditambah menjadi dua orang,” ungkap Nilam.

Sementara itu, Mahdi Ahmad menuturkan dirinya tidak pernah membayangkan untuk bisa menunaikan ibadah umrah.

Awalnya dirinya hanya membantu menyebarkan informasi, tentang kegiatan Palu berzikir di wilayahnya, khususnya di Desa Wani, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala.

Guru Honorer di SMK Al Amin Wani itu menuturkan, dirinya didatangi sahabat, untuk memintai tolong menyebarkan informasi zikir, yang dipimpin oleh ustad Arifin Ilham.

“Karena dimintai tolong untuk kegiatan ibadah, saya melaksanakan dengan ikhlas dan tanpa meminta imbalan apa pun,” ujarnya.

Bagi Mahdi, hadiah umrah itu merupakan jawaban dari doa-doanya selama ini, yang sangat ingin mengunjungi tanah suci.

“Walaupun saya miskin, saya tetap berdoa dan berharap untuk bisa beribadah ke tanah suci, dan

Alhamdulillahitu diijabah Allah SWT, melalui perantara ibu Nilam Lawira,” ujarnya.

Sesuai rencana, peserta umrah akan berangkat dari Kota Palu, Selasa (23/1) dan kembali tiba di Palu tanggal (1/2).

Yayasan Insan Cita Indonesia didirikan di Kota Palu pada Mei 2017 lalu, dengan pendiri Nilam Sari Lawira.

Nilam Sari merupakan akademisi Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako Palu, sekaligus Istri dari Legislator DPR RI Ahmad M Ali. (FAUZI)

Tentang Penulis: Fauzi Lamboka

Gambar Gravatar
Profesi sebagai jurnalis harus siap mewakafkan diri untuk kepentingan publik. Menulis merupakan kebiasaan yang terus diasah. Namun, menulis bukan sekadar memindahkan ucapan lisan ke bentuk tulisan. Tetapi lebih dari itu, mengabungkan logika (akal), hati (perasaan) untuk medapatkan rasa, yang bisa diingat kembali di hari esok.