PALU, MAL — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palu menyelenggarakan kegiatan pendidikan politik guna memperkuat nilai demokrasi berbasis Pancasila bagi kalangan mahasiswa dan penyandang disabilitas di Aula Kantor Kesbangpol, Kamis (05/11).

Kegiatan pendidikan politik tahap dua pada tahun 2026 ini melibatkan peserta dari Yayasan Merah Putih Berkarya dan Komunitas Gerakan Inklusi untuk Banua Muslim Tuli Berdaya (GIUBMTB). Selain itu, hadir pula perwakilan mahasiswa dari UIN Datokarama, Unisa, serta STMIK Adiguna Palu.

Pihak penyelenggara turut menghadirkan narasumber dari KPU Kota Palu dan Bawaslu Kota Palu untuk memberikan materi mendalam. Agenda ini mengangkat tema besar tentang penguatan partisipasi masyarakat dalam demokrasi melalui nilai-nilai luhur Pancasila.

“Pendidikan politik ini dilatarbelakangi oleh perlunya peningkatan partisipasi masyarakat serta penguatan kesadaran politik yang santun dan toleran di tengah rendahnya literasi politik,” kata Abidin, Kepala Badan Kesbangpol Kota Palu.

Abidin menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Palu saat ini gencar mensosialisasikan penguatan nilai Pancasila melalui berbagai aksi nyata. Langkah tersebut mencakup penggunaan Salam Pancasila hingga pemutaran lagu kebangsaan Indonesia Raya tiga stanza di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setiap pukul 10.00 WITA.

“Ini setiap saat kami gaungkan karena Kota Palu termasuk salah satu daerah yang berkomitmen kuat terhadap penanaman nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Abidin.

Ia menambahkan, program pendidikan politik ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan membentuk warga negara yang aktif serta bertanggung jawab. Dengan literasi politik yang baik, masyarakat diharapkan mampu menjalankan hak demokrasi secara cerdas dan kondusif.