Pencarian Korban Banjir Bandang Difokuskan ke Laut

oleh -
Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah dibantu nelayan memotong kayu di Teluk Tomini yang terseret banjir bandang di desa Torue, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (30/7). (FOTO : Mediaalkhairaat.id/Faldi)

PARIMO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng), memprioritaskan pencarian terhadap empat korban hilang akibat banjir bandang yang menerjang Desa Torue.

“Pencarian masih berlanjut, dengan sasaran operasi di laut, karena banyak tumpukan kayu di laut, dugaan tim SAR korban berada di tumpukan kayu,” kata Kepala BPBD Parimo, Idran, di Torue, Sabtu (30/07).

Untuk penanganan pascabanjir bandang, kata dia, relawan berbagi tugas. Ada yang melakukan operasi SAR yang dipimpin Basarnas, lalu giat pembersihan rumah warga dari material lumpur hingga pendistribusian logistik ke tempat pengungsian.

Ia menuturkan, operasi pencarian korban hilang lima hari ke depan sebagaimana standar operasional prosedur (SOP) operasi bila korban belum ditemukan.

“Hingga kini belum ada laporan tambahan warga hilang, dan kami berharap empat korban yang masih dalam pencarian secepatnya bisa ditemukan,” jelas Idran.

Selain pencarian, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Parimo juga melakukan pendataan terhadap sektor yang menjadi tugas dan kewenangan mereka, di antaranya Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPHP) melakukan kajian terhadap lahan persawahan, kebun terdampak.

Kemudian, Dinas Pendidikan mendata jumlah sekolah dan siswa terdampak, begitu pun Dinas Kelautan dan Perikanan melakukan kajian cepat jumlah tambak warga terdampak.

“Selain digunakan untuk kepentingan mereka, data-data yang dihimpun masing-masing instansi selanjutnya nanti disatukan menjadi basis data dipasang di papan informasi guna mempermudah intervensi penanganan,” ujar Idran.

Data sementara dihimpun dari BPBD setempat dua hari setelah banjir, korban meninggal dunia tiga orang dan 357 kepala keluarga (KK) masih bertahan di pengungsian karena rumah mereka masih tertimbun lumpur serta rusak disapu banjir.
 
“Bantuan logistik korban bencana terus mengalir, dan sementara ini masih ditampung di posko induk sebelum disalurkan kepada warga,” pungkasnya.

Reporter : Faldi / Editor : Rifay