Pembela Viktor Laiskodat Dinilai Awam Sejarah

oleh -

PALU – Ungkapan salah satu legislator DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Sulteng, dianggap telah menambah luka sejumlah partai yang dituding oleh Ketua Fraksi NasDem, DPR RI, Viktor Bungtilu Laiskodat, sebagai partai yang intoleran, mendukung kelompok ektremis Islam di Indonesia serta mendukung ideologi khilafah.

Ketua DPW PKS Sulteng, Zainuddin Tambuala

Yang bersangkutan bahkan dianggap tidak dewasa dalam berpolitik dan tidak tahu sejarah.
“Jadi yang bersangkutan sangat awam dengan sejarah tentang ke-Indonesia-an. Saya sangat menyayangkan beliau (Mat Sun) yang notabene mewakili Sulteng di DPR RI, kok pandangan pribadinya begitu. Kenapa orang sekelas dia, malah memposisikan diri seperti itu. Bahwa fakta kita di NKRI, memangnya siapa yang lahir selain di Indonesia,” demikian tanggapan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Sulteng, Zainuddin Tambuala, Rabu (09/08).

PKS adalah salah satu partai yang menjadi “bulan-bulanan” Viktor Laiskodat dalam pidatonya di Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut.

Zainuddin menyayangkan pembelaan kepada Viktor yang dibumbui kalimat-kalimat menyakitkan.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulteng itu paham bahwa yang bersangkutan memang sedang membela rekan separtainya.

“Tapi kalau salah ya salah, akuilah. Namanya orang salah ya minta maaflah. Jangan lagi dicari-dicari pembenaran. Sampai-sampai tanggapannya di media dengan realita kasus Viktor itu sangat tidak nyambung,” tekannya.

Dia mengakui adanya unsur politik dalam pernyataan Viktor, sebagai isu yang dibuang menjelang Pileg Pilpres 2019.
“Tapi ini situasi yang sangat sensitif dan rentan fitnah. Jangan buat gaduh-gaduhlah. Kalau mau gaduh, mari kita berdebat gagasan, ide. Bukan yang begini-begini, apalagi menuduh orang tanpa bukti,” tegasnya.
Secara nasional, lanjut dia, PKS sudah mengajukan perihal tersebut ke Badan Kehormatan (BK) DPR RI dan kepolisian. Menurutnya, hal itu sudah mewakili PKS secara keseluruhan dan tinggal menunggu hasilnya.
Sebelumnya, Anggota Komisi III Bidang Hukum dan Perundang-undangan DPR Ahmad M Ali, mengatakan, isi pidato Vikor Laiskodat tidak provokatif.
“Apa yang disampaikan oleh Viktor Laiskodat merupakan fakta politik yang terjadi di bangsa ini,” ungkap pria yang akrab disapa Mat Sun atau Matu itu.

“Pengandaian-pengandaian yang disebutkan Viktor adalah bentuk penegasan komitmen pada Pancasila. Sebuah cara untuk menggambarkan komitmen pada NKRI,” sebutnya.

Di NTT, Viktor menyebut Partai Gerindra sebagai salah satu partai yang mendukung kelompok ektremis Islam di Indonesia. Selain Gerindra, Viktor juga menyebut sejumlah partai lainnya seperti Demokrat, PKS, dan PAN. Dia mengatakan, parpol tersebut intoleran dan mendukung ideologi khilafah, tak mendukung keberagaman. Dia meminta agar kepala-kepala daerah yang diusung empat parpol tersebut tak dipilih dalam Pilkada. (RIFAY)