PALU, MAL – Sebanyak 60 petani pangan dan pelaku usaha pangan dari 46 kelurahan di Kota Palu mengikuti Pelatihan Hilirisasi Pangan Komoditas Cabai dan Bawang Merah dalam rangkaian menyambut HUT ke-48 Kota Palu, Jumat (25/9), di Ruang Rapat Bantaya, Kantor Wali Kota Palu.

Memasuki hari kedua pelaksanaan, peserta tidak hanya mendapatkan pembekalan teori, tetapi juga mengikuti demonstrasi dan praktik langsung pengolahan komoditas pangan, khususnya pembuatan bawang goreng.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Cendana Food, Jeranah, yang memberikan pemahaman mengenai tahapan pengolahan cabai, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah dan layak dipasarkan.

Peserta kemudian mempraktikkan secara langsung proses pengolahan bawang merah menjadi bawang goreng hingga tahap pengemasan atau packaging.

Melalui praktik tersebut, peserta belajar menghasilkan produk olahan sekaligus memahami pentingnya pengemasan yang menarik, higienis, dan mampu meningkatkan daya jual produk.

Selain keterampilan pengolahan pangan, peserta mendapatkan materi mengenai transaksi digital sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha dalam mengembangkan kegiatan usahanya.

Pemanfaatan transaksi digital dinilai semakin penting seiring berkembangnya ekosistem perdagangan berbasis digital. Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha memperluas akses transaksi, meningkatkan efisiensi, sekaligus mendukung pemasaran produk pangan lokal.

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, 24-25 September 2026, tersebut dilaksanakan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Palu bersama Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah.

Kegiatan ini sekaligus dirangkaikan dengan Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Klaster Pangan sebagai bagian dari upaya memperkuat kelembagaan serta mendorong terbentuknya ekosistem pangan yang lebih terintegrasi, mulai dari produksi, pengolahan hingga pemasaran.

Melalui kegiatan tersebut, petani dan pelaku usaha pangan diharapkan tidak hanya berperan sebagai produsen bahan pangan, tetapi juga mampu mengembangkan komoditas menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah.

Hilirisasi komoditas cabai dan bawang merah diharapkan menjadi salah satu langkah dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat di 46 kelurahan di Kota Palu.

Penguatan kapasitas petani, pelaku usaha, serta kelembagaan klaster pangan juga diharapkan dapat mendukung ketersediaan pangan, menjaga stabilitas harga, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi komoditas pangan lokal Kota Palu.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan voucher belanja senilai Rp20.000 yang dapat digunakan saat pelaksanaan rangkaian HUT ke-48 Kota Palu pada 27-30 September 2026.

Pelatihan Hilirisasi Pangan Komoditas Cabai dan Bawang Merah serta Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Klaster Pangan secara resmi ditutup oleh Plt. Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kota Palu, Adriani Mangera.

Dalam sambutannya, Adriani menegaskan bahwa kegiatan peningkatan kapasitas tidak berhenti pada komoditas cabai dan bawang merah, tetapi akan terus dikembangkan pada komoditas pangan lainnya.

“Jadi tidak hanya sampai di sini saja. Kegiatan ini berkelanjutan. Bukan hanya komoditas bawang merah dan cabai, tapi pengolahan komoditas lainnya, seperti tomat dan lain-lain,” ungkapnya.

Ia berharap, setelah mengikuti pelatihan hilirisasi dan penguatan kelembagaan klaster cabai dan bawang merah selama dua hari, seluruh pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam pengembangan usaha.

Penerapan tersebut mencakup seluruh tahapan, mulai dari produksi, pengolahan, pemasaran hingga penguatan kelembagaan kelompok.

“Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan Kota Palu melalui sinergi petani dan pelaku usaha pangan dari 46 kelurahan,” ujarnya.

Adriani juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pengelolaan usaha. Pembekalan dari Bank Indonesia mengenai inklusi keuangan dan keamanan transaksi digital, termasuk penggunaan QRIS, diharapkan dapat membuat pengelolaan usaha menjadi lebih efektif, aman, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Atas nama Pemerintah Kota Palu, Adriani menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh narasumber, peserta, serta pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat nyata dan menjadi langkah bersama untuk memperkuat kemandirian serta kesejahteraan pelaku usaha pangan di Kota Palu,” pungkasnya. ***