PALU, MAL – Pemerintah Kota Palu menggelar bakti sosial operasi gratis celah bibir dan langit-langit bekerja sama dengan Yayasan Smile Train di Gedung AMAC RSUD Anutapura Palu, Jumat (25/9).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Kota Palu sekaligus upaya menghadirkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu Rochmat Jasin Moenawar, Direktur RSUD Anutapura Palu Maria Rosa Da Lima, perwakilan Dinas Sosial Kota Palu, para penerima manfaat, dan unsur terkait lainnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, Rochmat Jasin Moenawar, mengatakan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang menjadi perhatian pemerintah. Karena itu, Pemerintah Kota Palu terus berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas melalui berbagai program dan kerja sama dengan berbagai pihak.
“Pemerintah Kota Palu tentunya ingin memberikan yang terbaik bagi kebutuhan dasar masyarakat. Kesehatan itu adalah kebutuhan dasar. Karena itu, melalui inisiasi Pemerintah Kota Palu yang bekerja sama dengan Yayasan Smile Train, kami menghadirkan kegiatan yang sangat bermanfaat ini,” ujarnya.
Menurut Rochmat, bakti sosial operasi gratis tersebut juga menjadi salah satu hadiah bagi masyarakat dalam momentum peringatan HUT ke-48 Kota Palu.
Ia berharap pelayanan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang mengalami celah bibir maupun celah langit-langit.
“Apalagi dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kota Palu, kita memberikan hadiah yang tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kita juga memiliki RSUD Anutapura yang kualitas pelayanannya sudah sangat baik dan tidak perlu diragukan lagi,” katanya.
Rochmat menjelaskan penanganan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada perbaikan kondisi celah bibir, tetapi juga mencakup rekonstruksi celah langit-langit maupun kelainan lain sesuai kondisi pasien.
“Harapan pemerintah daerah dan Bapak Wali Kota, anak-anak ini bukan hanya ditangani bibir sumbingnya, tetapi juga direkonstruksi secara menyeluruh apabila terdapat celah langit-langit maupun kelainan lainnya. Dengan begitu mereka dapat tumbuh dan hidup sebagaimana anak-anak lainnya,” sebutnya.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi dengan Yayasan Smile Train yang dinilai memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Pelayanan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi warga Kota Palu, tetapi juga dapat diakses oleh pasien dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah.
Hingga pelaksanaan kegiatan, tercatat sebanyak 16 pasien telah mendaftar di meja konsultasi untuk mengikuti proses pemeriksaan dan operasi.
“Alhamdulillah, setelah kami melihat langsung, ternyata pasien bukan hanya berasal dari Kota Palu tetapi juga dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah. Mohon doanya agar seluruh pasien yang menjalani operasi dapat pulih dengan baik dan kembali menjalani kehidupan secara normal,” pungkasnya. ***
