Memilih Tidak Pulang saat Pandemi, Santriwati Berhasil Menyelesaikan Hafalan 30 Juz

oleh
Aida Nurfaida santri asal desa Samonu Mamuju Menyetorkan hafalannya dihadapan Ustzah. Treysley Pebmiarti, penanggung jawab Asrama khusus putri, Sabtu (6/6). Foto : Ist

PALU- Rumah Tahfidz Banua Al-Qur’an Palu kembali mencetak seorang santriwati penghafal Qur’an, Hafidzah 30 juz.

Setoran hafalan  digelar sederhana pada pagi ba’da Shalat Subuh, bertempat di Mushola Banua al-Qur’an Jalan Towua 2, Kelurahan Tatura Selatan, Kec. Palu Selatan Sulawesi Tengah, Sabtu (6/6/).

Dengan menyetor hafalan terakhirnya, Aida Nurfaida santri asal desa Samonu Mamuju Menyetorkan hafalannya di hadapan Ustzah. Treysley Pebmiarti, Penanggung jawab Asrama khusus putri.

“Selamat saya ucapkan kepada Aida Nurfaida yang hari telah menyetor hafalan terakhirnya, Aida adalah santri kami yang mempunyai semangat tinggi, bukan hanya semangat dalam menambah hafalan baru, tetapi juga semangat dalam muroja’ah,” tutur Ustzah Treysley.

Aida mengaku, awal masuk BQ target hanya 10 juz. Namun menurutnya selalu ada saja dorongan semangat padanya untuk menyelesaikan 30 juz.

Menurutnya lagi, banyak tantangan dalam menyelesaikan ini, namun doa dari orang tua, motivasi dari ustadzah, penyemangat teman-teman selalu membuatnya bertahan.

“Bismillah Allah mudahkan. Seperti pada masa pandemi ini. Panggilan dari orang tua untuk pulang, sebab kekhawatiran, membuat saya harus membagi kefokusan.

“Tapi saya meyakinkan ‘bukankah keindahan datang dari  sabar kita untuk setiap cobaan’ begitu kata kekuatan,” kata dia.

Hal ini disyukuri oleh Direktur Banua Al-Qur’an Citrawan Kisman Djiho. “Banua al-Qur’an sejak 2012  telah melahirkan beberapa hafizhoh dan Mudarrisah Qur’an diantaranya menjadi direktur rumah Qur’an dan pengajar di daerah masing-masing,” kata Citrawan dalam rilis diterima MAL online. (Ikram)

Iklan-Paramitha