Mantan Kades dan Sekdes Kasimbar Jadi Tersangka Korupsi ADD

oleh
Proses penahanan mantan Kades dan Sekdes Kasimbar, yang resmi ditetapkan menjadi tersangka dugaan korupsi DD dan DD. (FOTO: MAL/MAWAN)

PARIGI – Kejaksaan Negeri (Kejari) Parigi Moutong (Parimo) menetapkan mantan Kepala Desa (Kades) Kasimbar, Kecamatan Kasimbar, Samsudin Halpin dan mantan sekretarisnya, Zainudin sebagai tersangka korupsi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun 2017, Rabu (21/08).

Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Parimo, Mohammad Tang, mengatakan, penahanan terhadap keduanya akan dilakukan selama 20 hari ke depan.

Menurutnya, penahanan terhadap kedua tersangka itu bertujuan agar keduanya tidak melarikan diri, menghilangkan barang bukti, atau mengulangi tindak pidana.

Dia menjelaskan modus yang dilakukan kedua tersangka dalam kasus tersebut. Menurutnya, kedua tersangka memalsukan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ), memalsukan tanda tangan serta beberapa pembangunan fisik yang dikerjakan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB).

“Ada pembangunan plat deuker dan draenase yang tidak sesuai. Kita sasar seluruhnya baik ADD maupun DD selama setahun, serta semua yang dianggarkan tahun 2018,” ungkapnya.

Dia mengatakan, adanya penyimpangan yang dilakukan kedua tersangka, mengakibatkan kerugian Negara sekitar Rp200 juta lebih.

Dia berharap, kasus tersebut menjadi perhatian aparat desa lainnya, agar tidak main-main menggunakan uang negara.

Selain itu, kata dia, penggunaan uang negara yang dititipkan ke desa juga harus sesuai aturan agar tidak berhadapan dengan hukum.

“Ini sudah penyidikan, dan kita upayakan secepatnya untuk tahap 1 segera dilimpahkan ke pengadilan,” tutupnya. (MAWAN)