DONGGALA, MAL – Wakil Menteri (Wamen) Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ BKKBN, Ratu Isyana Bagoes Oka, mengunjungi sekaligus menyerahkan secara simbolis bantuan pembangunan jamban kepada dua keluarga berisiko stunting di Labuan, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Senin (28/9).

Bantuan tersebut disalurkan melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) sebagai bagian dari upaya memperkuat pencegahan stunting melalui intervensi di tingkat keluarga.

Dua keluarga sasaran berada di Desa Labuan Induk dan Desa Labuan Salumbone. Keduanya merupakan keluarga yang memiliki anak bawah dua tahun (baduta) dan mendapat dukungan dari orang tua asuh, yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI), berupa bantuan pembangunan jamban.

Ratu Isyana mengatakan, pencegahan stunting tidak hanya dilakukan melalui pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga membutuhkan intervensi terhadap kondisi lingkungan keluarga.

“Kalau kita mau mencegah stunting ada dua upaya yang perlu dilakukan. Upaya spesifik terkait dengan gizi dan upaya intervensi sensitif,” kata Ratu.

Menurutnya, intervensi sensitif mencakup ketersediaan air bersih, sanitasi dan jamban, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pemberian gizi yang baik dan perilaku hidup bersih dan sehat.

Karena itu, bantuan pembangunan jamban menjadi salah satu bentuk intervensi sensitif untuk mendukung terciptanya lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat bagi keluarga berisiko stunting.

Ratu juga menekankan pentingnya pengaturan kehamilan sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting. Hal tersebut mencakup menghindari kehamilan pada usia terlalu muda maupun terlalu tua, mengatur jarak kelahiran, serta merencanakan jumlah anak.

“Tidak hamil di usia terlalu muda, hamil di usia terlalu tua, memiliki anak terlalu dekat jaraknya dan memiliki anak tidak terlalu banyak. Itu semua bagian dari upaya pencegahan stunting,” ujarnya.

Program GENTING merupakan salah satu program Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN yang melibatkan orang tua asuh dalam mendukung keluarga berisiko stunting.

Penjabat Kepala Cabang BRI Kota Palu, Reza Putra Pradhana, mengatakan bantuan pembangunan jamban tersebut merupakan realisasi kerja sama antara BKKBN dengan BRI Cabang Palu.

“Bantuan jamban bersumber dari dana CSR kami di BRI,” ucap Reza.

Selain mengunjungi dua keluarga sasaran, Ratu Isyana juga menghadiri kegiatan Intensifikasi Pelayanan KB di Wilayah Khusus dalam rangka World Contraception Day (WCD) di Pelabuhan Wani, Kecamatan Tanantovea.

Pelayanan KB tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE) menggunakan unit pelayanan kesehatan bergerak Rumah Sakit Kapal dr. Lie Dharmawan Bayan Peduli.

Rumah sakit kapal tersebut telah memberikan pelayanan kesehatan dan KB kepada masyarakat sejak 22 September 2026. Pada hari kunjungan Wamen, sebanyak 50 akseptor mendapatkan pelayanan KB.

Ratu juga memberikan sosialisasi kepada sekitar 150 peserta yang terdiri dari lintas sektor, Tim Pendamping Keluarga (TPK), kader, PKB/PLKB, tenaga medis, serta pasangan usia subur (PUS).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng Nuryamin, Asisten III Donggala Isngadi, Direktur Bina Pelayanan KB Wilayah Khusus Kemendukbangga/BKKBN Farah Adibah, serta sejumlah pejabat lainnya.