KSP Gotong Royong Launching Pertashop Pertama di Parimo

oleh -
Kadis Koperasi dan UMKM meresmikan pertashop milik KSP Gotong royong, Desa Tanalanto. (FOTO: media alkhairaat.id/Mawan)

PARIMO – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Gotong Royong Desa Tanalanto, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), memiliki pertashop pertama di wilayah itu.

Keberadaan pertashop itu atas kerjasama dengan Badan Usahan Milik Negara (BUMN) melalui program operasional perdana untuk desa berprestasi, sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat.

Tercatat ada sebanyak 160 koperasi yang telah mandiri dan berhasil menciptakan lapangan pekerjaan.

Kadis Koperasi dan UMKM Parimo, Sofiana mengatakan, KSP gotong royong salahsatu koperasi yang berhasil mendekatkan pelayanan prima berupa pengisian bahan bakar. Atas pertimbangan SPBU Tolai dan Parigi dinilai jaraknya cukup jauh.

“Melalui pelayanan pertashop, Program ini juga sebagai upaya menekan kemiskinan di wilayah Parimo,” ungkapnya di sele-sela peresmian pertashop KSP gotong royong, Jum’at (19/11).

Ia mengemukakan, tumbuh kembangnya koperasi dilihat dari pengelolaan menejemen yang baik, yang mana anggota dan masyarakat koperasi bisa perkembangan dari sisi pendapatan ekonomi yang layak, dan tidak mencari keuntungan semata.

Ia berharap, koperasi ini kedepannya bisa menjadi contoh untuk koperasi lainnya, khususnya yang berada di Wilayah Utara Parimo, untuk mengembangkan program pertashop semacam ini.

“Kita harus bisa mensosialisasikan dan menginformasikan bahwa koperasi juga bisa mengelola bahan bakar seperti yang dilakukan saat ini,” jelasnya.

Ketua KSP Gotong Royong, Julius Boko menuturkan, berdasarkan informasi dari pihak pertamina, baik Koperasi dan BUMDES dapat mengelola pertashop berdasarkan kriteria yang ditentukan.

“Salah satunya memiliki jarak tujuh kilometer dari SPBU yang ada, tiang listrik tidak boleh berada di bawah tangki, karena hasil amatan tim ahli menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” terangnya.

Kata dia, pengembangan kedepannya, akan menargetkan usaha ini menjadi SPBU, karena saat ini masih proses pembangunan awal. Sebab, pihak BUMN tidak bisa memberikan secara menyeluruh.

Ditahap awal ini, KSP gotong royong baru menerima jenis bahan bakar Pertamax dan Dexlalite, apabila terdapat perkembangan yang signifikan baru naik satu tingkat yakni SPBU.

“Pembangunan ini sebagai solusi yang dihadapi masyarakat, terutama antrian yang terjadi saat ini,” tutupnya.

Reporter : Mawan
Editor : Yamin