KPU Palu Sosialialisasikan Tahapan Pilwakot 2020

oleh
Ketua KPU Kota Palu, Agusalim Wahid menyampaikan sambutan saat sosialisasi di Kelurahan Baiya, Kecamatan Taweli, Kamis (14/11). (FOTO: MAL/YAMIN)

PALU – Pihak KPU Kota Palu mulai melaksanakan sosialisasi tahapan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwakot) di Kelurahan Baiya, Kecamatan Taweli, Kamis (14/11).

Sosialisasi itu dihadiri Ketua KPU Kota Palu, Agusalim Wahid, Komisioner KPU Kota Palu Divisi Sosialisasi dan SDM Risvirenol S. Lanuri, Komisioner KPU Palu Divisi Teknis Penyelenggara, Iskandar Lembah, Camat Taweli, Moh. Afandi Yotolebah dan puluhan tokoh agama, masyarakat, pemuda, perempuan dan warga setempat.

Ketua KPU Palu, Agusalim Wahid, menyampaikan, sosialisasi itu bertujuan untuk mendorong tingkat partisipasi masyarakat dalam setiap tahapan Pilwakot.

“Jadi kita menyampaikan secara umum agar masyarakat mengetahui semua tahapan tersebut supaya mereka bisa ikut berpartisipasi dalam setiap tahapan. Bukan hanya sekedar hari H saja ke TPS, tapi semua bisa diikuti,” katanya.

Lanjut dia, dalam sosialisasi itu ada lima segmen yang menjadi target sasaran KPU, yakni segmen agama, perempuan, marginal, pemilih pemula, dan segmen disabilitas.

Agus mengaku, dari delapan kecamatan di Kota Palu, Kecamatan Taweli tercatat sebagai daerah yang memiliki partisipasi pemilih tertinggi setiap Pemilu. Selain itu, jika dilihat secara grafik daftar inventaris masalah di semua kecamatan, Taweli juga daerah yang cepat menyelesaikan masalah.

“Ini yang kami apresiasi, mudah-mudahan ini bisa dipertahankan,” ujarnya.

Kata dia, kehadiran KPU adalah untuk menambah pengetahuan masyarakat tentang pelaksanaan pemilihan ke depan, maka semua yang hadir di kegiatan itu diharapkan bisa menyampaikan kepada warga lain agar dapat mengetahui juga bahwa tahapan Pilwakot sudah dimulai.

Agus mengimbau kepada masyarakat, khususnya di Tawaeli untuk bersama-sama menghindari hal-hal yang terjadi di Pemilu 2019 lalu, yang mana maraknya terjadi ujaran kebencian, penyebaran hoax dan sebagainya yang membuat perpecahan di tengah masyarakat.

“Masyarakat jangan mudah terpancing, kalau ada sesuatu ada namanya klarifikasi, silahkan datang ke KPU. Kami akan menerima bapak ibu dengan senang hati, menyampaikan apa yang ingin dipertanyakan terkait dengan pemilihan ini,” tandasnya. (YAMIN)