BONDOWOSO, MAL — Konsumsi Pertalite melonjak hingga 20 persen di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, yang mengakibatkan terjadinya antrean kendaraan panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

PT Pertamina Patra Niaga mencatat peningkatan signifikan tersebut dipicu oleh tingginya mobilitas masyarakat serta peralihan konsumsi dari bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi ke subsidi.

Peningkatan konsumsi ini terjadi dalam beberapa hari terakhir di wilayah Bondowoso dan sekitarnya. Faktor migrasi konsumen dari jenis Pertamax ke Pertalite menjadi salah satu penyebab utama beban permintaan pada SPBU meningkat drastis dibandingkan kondisi normal harian.

“Peningkatan konsumsi BBM bersubsidi tersebut berbanding lurus dengan tingginya mobilitas masyarakat, ditambah fenomena beralihnya sebagian konsumen dari produk BBM non-subsidi ke subsidi,” kata Kitty Andhora, Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Selasa (13/10).

Selain tingginya permintaan masyarakat, alur distribusi BBM ke wilayah tersebut juga sempat menghadapi hambatan teknis di lapangan. Adanya proyek perbaikan dermaga di koridor Ketapang–Banyuwangi memicu kemacetan lalu lintas yang berdampak pada ketepatan waktu pengiriman pasokan oleh armada mobil tangki.

“Pada saat yang bersamaan, alur pengiriman sempat menghadapi kendala kemacetan lalu lintas di koridor Ketapang–Banyuwangi akibat proyek perbaikan dermaga, yang memengaruhi ketepatan waktu armada pengantaran BBM,” kata Kitty Andhora, Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga.

Merespons situasi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga telah mengambil langkah cepat dengan melakukan penyesuaian suplai. Perusahaan memberikan prioritas pengiriman ke SPBU yang memiliki tingkat kebutuhan tertinggi guna memangkas durasi antrean kendaraan.

“Untuk mendukung kelancaran pasokan di Bondowoso dan wilayah sekitarnya, perusahaan melakukan penyesuaian suplai dengan memprioritaskan SPBU yang mengalami peningkatan kebutuhan, mengoptimalkan alternatif pemenuhan pasokan dari terminal terkait, serta memastikan kesiapan dan mobilisasi armada mobil tangki,” kata Kitty Andhora.

Pertamina memastikan bahwa ketersediaan stok BBM secara nasional masih mencukupi kebutuhan masyarakat meskipun terjadi lonjakan di beberapa daerah. Pemerintah juga memberikan kepastian bahwa harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026.