Kemenag Sulteng Gelar Bimtek Simponi

oleh -
Suasana pembukaan Bimtek SIMPONI angkatan I di lingkungan Kemenag Sulteng di salah satu hotel di Kota Palu, Senin (11/9) (FOTO : MAL/YAMIN)

PALU – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng melalui Bidang Bimais Islam melaksanakan Bimtek Sistem Informasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Online (SIMPONI) angkatan I. Kegiatan itu dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Palu, mulai Senin 11 sampai 13 September 2017.

Acara ini dihadiri oleh pengelolah dana NR atau  staf yang menangani aplikasi SIMPONI dan PNBP dalam lingkungan Kemenag Sulteng, yang berjumlah 57 orang.

Kegiatan itu bertujuan untuk tersosialisasikannya Aplikasi SIMPONI dan pengelohan PNBP biaya nikah dan rujuk yaitu, pemungutan, penyetoran, penata usahaan dan pelaporan secara profesional pada tingkat Kanwil kabupaten/kota dan KUA kecamatan. Selain itu juga agar tersosialisasikan kebijakan penyetoran biaya nikah dan rujuk, melalui Bank atau kantor pos oleh calon pengantin secara langsung kepada pejabat terkait.

Kepala Kanwil Kemenag Sulteng, H. Abdullah Latopada saat membuka acara menekankan agar seluruh operator harus merubah cara berfikir untuk tidak ketinggalan dalam era saat ini.

“Harus tahu, terus belajar karena ini untuk pelayanan terbaik pada masyarakat,”tekannya.

Dikatakannya, KUA merupakan wajah dari Kemenag sehingga harus terus dilakukan perbaikan-perbaikan yang konstruktif. Olehnya bagi Abdullah operator-operator yang ada di KUA harus bisa mengikuti perkembangan teknologi.

Sementara, Kasi Syariah Sofyan Arsyad menjelaskan bahwa Aplikasi SIMPONI merupakan produk menteri keuangan, sehingga bukan hanya di Kemenag melaksanakannya. Karena semua setoran yang menggunakan PNBP menggunakan aplikasi SIMPONI.

“Hal itu dilakukan karena ada praktek-praktek uang disimpan kemudian pola lama calon pengantin menyetor sendiri ke Bank belum ada kode bilingnya, itu masuk ke rekening bendahara Kemenag Pusat baru dipindah ke kas negara. Kedepan kalau sudah disetor ke Bank sudah ada kode bilingnya tidak lagi masuk kerekening bendahara Kemenag,” jelasnya. (YAMIN)