Kemenag Jamin Majelis Taklim di Sulteng Bersih dari Radikalisme

oleh
Kabid Bimais Kanwil Kemenag Sulteng, H. Muhammad Ramli (FOTO : MAL/YAMIN)

PALU – Kementerian Agama (Kemnag) Provinsi Sulteng menjamin tidak ada majelis ta’lim di wilayahnya terpapar paham radikalisme.

“Saya menjamin tidak ada majelis ta’lim yang terpantau menganut paham radikal, justru selama ini Majelis ta’lim kita sangat sejuk,” tegas Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam (Bimais) Kantor wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Sulteng, H. Muhmmad Ramli, di ruang kerjanya, Rabu (04/12).

Ramli mengatakan, sebelum wacana pendataan majelis ta’lim diseluruh daerah bergulir. Pihaknya sudah melakukan pendataan dan pembinaan. Dari data yang ada, majelis ta’lim di Sulteng berjumlah 1000 lebih dan didominasi oleh Wanita Islam Alkhairaat (WIA).

“Sebenarnya kami sudah melakukan pendataan dari sebelum-sebelumnya, meski surat dari Kemenag RI belum sampai ditingkat Kanwil,” akunya.

Menurut Ramli, dengan adanya regulasi dari Peraturan Menteri Agama (PMA) nantinya akan memberikan hal positif bagi majelis taklim, karena dimungkinkan  regulasi itu akan mengatur untuk memberdayakan termasuk akan memberikan bantuan finansial khusus untuk setiap pelaksanaan kegiatan. Karena selama ini majelis ta’lim hanya menempel di Ormas.

“Kalau selama inikan kami hanya sebatas pembinaan-pembinaan, nanti dari pusat itu akan ada regulasi yang mengatur dan kemungkinan akan diberdayakan.  Majelis ta’lim kalau sudah membentuk lembaga, tentu dia sudah mempunyai hak dan kewajiban, dengan begitu kita bisa memberi semangat dukungan dana,” ucapnya.

Dia menambahkan, untuk melakukan pembinaan kepada majelis taklim, pihaknya akan mempercayakan kepada penyuluh agama yang telah ada di daerah masing-masing. (YAMIN)