FLORIDA, MAL — Sebuah kecelakaan pesawat Learjet 60 mengguncang kawasan permukiman Palm Beach County, Florida, Amerika Serikat, pada Minggu (01/11).
Insiden maut yang menewaskan seluruh sembilan penumpang dan awak ini terjadi di dekat jalan raya, hanya berjarak sekitar 11 kilometer dari resor Mar-a-Lago milik Presiden Donald Trump.
Pesawat jet pribadi tersebut jatuh menukik tajam dan meledak hingga menciptakan kawah besar di tanah yang memaksa evakuasi ratusan warga sekitar. Otoritas setempat mengonfirmasi sembilan korban tewas terdiri dari dua awak pesawat dan tujuh penumpang, termasuk pendiri RB2B Adam Robinson bersama istri dan kedua anaknya yang masih balita.
Kronologi awal menunjukkan awak pesawat sempat mengirimkan sinyal darurat mayday sebelum kehilangan kendali sepenuhnya di ketinggian jelajah. Berdasarkan rekaman komunikasi, pilot melaporkan adanya turbulensi sedang dan pembentukan es sebelum kecelakaan pesawat Learjet 60 tersebut terjadi dalam hitungan detik.
Pihak National Transportation Safety Board (NTSB) kini memimpin investigasi untuk menentukan penyebab pasti jatuhnya pesawat buatan Bombardier ini. Data radar mencatat kecepatan penurunan vertikal pesawat sempat melampaui 32.000 kaki per menit, yang mengindikasikan kondisi terbang tidak normal atau upset sebelum menghantam bumi.
“Kecelakaan pesawat hari ini di Palm Beach County, Florida, merupakan tragedi yang mengerikan,” kata Sean Duffy, Menteri Transportasi Amerika Serikat.
Pengamat aviasi senior Gerry Soejatman menilai faktor cuaca buruk seperti badai petir dan pembentukan es pada sayap berpotensi memicu hilangnya daya angkat. Analisis awal dari pakar menyebutkan bahwa kecelakaan pesawat Learjet 60 ini diduga kuat akibat fenomena stall yang membuat pilot kehilangan kendali di udara.
“Tentu pihak NTSB akan melakukan investigasi yang lengkap. Namun, pada saat ini kecelakaan diduga mengalami loss of control akibat stall atau kehilangan daya angkat,” kata Gerry Soejatman, pengamat aviasi senior.
Keluarga korban telah merilis pernyataan resmi yang mengonfirmasi duka mendalam atas hilangnya nyawa tujuh orang anggota keluarga dan kerabat mereka. Sementara itu, ibu dari kopilot Nathalia Filgueiras menyatakan rasa bangga meski harus kehilangan putrinya yang sedang mengejar cita-cita sebagai penerbang profesional.
“Saya tahu pesawat akan membawa dia pergi dari saya. Saya selalu tahu itu, tetapi saya sangat bangga padanya. Saya tahu dia sedang mewujudkan mimpinya,” kata Camila, ibu kopilot Nathalia Filgueiras.
