PALU, MAL — Pemerintah Kota Palu mencatat penurunan kasus stunting di Palu sebanyak 37 anak dalam periode Agustus hingga September 2026 berdasarkan hasil evaluasi terbaru. Penurunan ini menjadi sinyal positif dalam upaya percepatan penanganan kesehatan balita di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah tersebut.

Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, memimpin langsung rapat evaluasi tersebut di Ruang Rapat Bappeda Kota Palu pada Senin (19/10). Agenda utama pertemuan ini adalah melakukan validasi data balita guna memastikan langkah intervensi yang diambil pemerintah tepat sasaran dan sesuai kondisi lapangan.

Berdasarkan data yang dipaparkan, jumlah balita stunting di Palu tercatat sebanyak 1.030 anak pada Agustus 2026. Angka tersebut menyusut menjadi 993 anak pada September 2026, yang menunjukkan adanya efektivitas dalam program pemantauan gizi dan administrasi kesehatan di tingkat puskesmas.

Imelda memberikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan dan perangkat daerah yang telah bekerja keras melakukan pembaruan data. Ia mencatat bahwa kendala teknis dalam pelaporan yang sebelumnya terjadi kini telah menunjukkan perbaikan signifikan di sistem aplikasi.

“Kita melihat lagi capaian yang sudah Bapak dan Ibu lakukan di minggu kemarin terkait penginputan data. Alhamdulillah saya lihat sudah tidak ada lagi yang merah, sudah hitam semua,” ujar Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin.

Meskipun terdapat progres positif, Imelda mengingatkan bahwa kendala penginputan data umumnya bukan disebabkan oleh sistem aplikasi. Gangguan jaringan dan keterlambatan pengiriman data dari lapangan sering kali menjadi hambatan utama yang harus diantisipasi oleh para petugas secara disiplin.

“Jangan pernah menunda penginputan data apa pun. Kemudian jangan pernah gengsi untuk saling berkomunikasi ketika menemukan kendala, supaya permasalahan bisa segera diselesaikan bersama,” tegas Imelda Liliana Muhidin. ***