PALU, MAL – Staf Ahli Bidang Sosial dan Budaya Pemerintah Kota Palu, Yudhi Riyani Firman, melepas 500 peserta Karnaval Budaya dari sejumlah taman kanak-kanak (TK) dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Kota Palu, Kamis (24/9), di halaman Kantor Wali Kota Palu.
Kegiatan yang diselenggarakan Komunitas Belajar Gugus Nareme tersebut menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengenal dan mengekspresikan keberagaman budaya melalui berbagai penampilan, kreativitas, dan busana yang ditampilkan dalam karnaval.
Dalam sambutannya, Yudhi menyampaikan apresiasi kepada Komunitas Belajar Gugus Nareme yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan tersebut.
“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kota Palu, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Komunitas Belajar Gugus Nareme yang telah menyelenggarakan kegiatan ini,” ujarnya.
Menurut Yudhi, Karnaval Budaya tidak hanya menjadi ajang menampilkan pakaian adat, kesenian, maupun kreativitas anak-anak, tetapi juga sarana untuk mengenalkan, merawat, dan menanamkan kecintaan terhadap budaya sejak usia dini.
Ia mengatakan anak-anak perlu tumbuh dengan mengenal jati diri, memahami asal-usul, serta mengetahui kekayaan budaya yang dimiliki daerahnya. Karena itu, pendidikan tidak hanya diperoleh di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman, interaksi, kreativitas, dan keterlibatan langsung dalam kehidupan masyarakat.
“Kita berharap kegiatan ini dapat menjadi bagian dari proses pendidikan yang menyenangkan bagi anak-anak. Mereka dapat belajar tentang keberagaman, kebersamaan, kreativitas, kedisiplinan, sekaligus membangun rasa percaya diri,” katanya.
Yudhi menegaskan Pemerintah Kota Palu ingin anak-anak tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, kreatif, mencintai daerahnya, dan tetap terbuka terhadap perkembangan zaman.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan bahwa peringatan HUT ke-48 Kota Palu tidak hanya dimaknai sebagai perayaan bertambahnya usia kota, tetapi juga momentum refleksi terhadap capaian pembangunan dan berbagai hal yang masih perlu diperbaiki.
“Pembangunan Kota Palu membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Dunia pendidikan, keluarga, komunitas, dunia usaha, serta masyarakat harus bergerak bersama membangun kota yang kita cintai,” ujarnya.
Melalui Karnaval Budaya, Kota Palu menunjukkan keberagaman budaya, kreativitas, dan semangat kebersamaan yang terus tumbuh di tengah masyarakat. Yudhi mengajak seluruh peserta, khususnya anak-anak, untuk mengikuti kegiatan dengan penuh kegembiraan, menampilkan kreativitas terbaik, menjaga ketertiban, dan saling menghargai.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para guru dan orang tua atas pendampingan yang diberikan kepada anak-anak.
“Kepada para guru dan orang tua, kami juga menyampaikan terima kasih atas pendampingan dan perhatian yang diberikan kepada anak-anak. Masa depan Kota Palu berada di tangan generasi yang sedang kita didik hari ini,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Yudhi mengajak seluruh pihak untuk terus membangun lingkungan pendidikan yang aman, menyenangkan, dan inklusif, serta berharap Kota Palu semakin maju, nyaman, tertata, dan masyarakatnya semakin sejahtera. ***
