MOROWALI, MAL – Kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Pulau Kalimantan menyelimuti udara Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Morowali pun mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap bagi kesehatan, termasuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Imbauan tersebut tertuang dalam surat bernomor 400.7.8.3/59/DKD/X/2026 yang diterbitkan pada 12 Oktober 2026. Surat bersifat penting itu ditandatangani Kepala Dinas Kesehatan Morowali, Nirmawati, dan ditujukan kepada seluruh kepala Puskesmas se-Kabupaten Morowali.
Surat tersebut bertujuan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan dalam mengantisipasi kemungkinan dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.
Dalam surat itu dijelaskan, paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan dapat menurunkan kualitas udara serta meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan. Dampaknya antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata, hidung dan tenggorokan, batuk, hingga sesak napas.
Paparan asap juga berpotensi memperburuk kondisi masyarakat yang memiliki penyakit asma, gangguan paru-paru, penyakit jantung, serta penyakit tidak menular lainnya.
Untuk mengurangi risiko paparan, masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika udara dipenuhi asap atau kualitas udara menurun.
Imbauan tersebut secara khusus ditujukan kepada kelompok rentan, seperti bayi, anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki penyakit jantung atau gangguan pernapasan.
Dinas Kesehatan Morowali juga mengimbau masyarakat menggunakan masker saat berada di luar ruangan. Masker respirator N95 atau yang setara dianjurkan apabila tersedia dan digunakan dengan benar untuk membantu mengurangi paparan partikel asap.
Selain itu, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan yang semakin memburuk.
Dinas Kesehatan juga meminta seluruh Puskesmas meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya kabut asap, penggunaan masker yang benar, serta langkah-langkah untuk mengurangi paparan.
Melalui imbauan tersebut, masyarakat diharapkan lebih waspada dan mengambil langkah pencegahan guna meminimalkan risiko gangguan kesehatan selama kondisi kabut asap berlangsung. **
