PALU, MAL – Pengusaha nasional asal Bogor, Jawa Barat, H. Endar Dasuki, mengajak pelaku usaha di Sulawesi Tengah (Sulteng) membangun kemitraan untuk menggarap berbagai peluang usaha, terutama di sektor jasa konstruksi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Endar menegaskan, kehadirannya di Sulteng bukan untuk bersaing secara tidak sehat dengan pengusaha lokal, melainkan membuka peluang kerja sama agar pelaku usaha daerah dapat berkembang bersama.

“Saya sebagai pengusaha yang berawal dari daerah, kemudian berkembang menjadi pengusaha nasional, memiliki naluri untuk melihat peluang di mana pun berada. Kuncinya, yang terpenting tidak saling bergesekan dengan pengusaha daerah atau lokal,” ujar Endar saat ditemui di Cafe Balkot Palu, Rabu (21/10/2026).

Menurutnya, pengalaman sebagai pengusaha yang merintis usaha dari daerah membuatnya memahami pentingnya menghormati dan memberi ruang bagi pengusaha lokal untuk berkembang.

Prinsip tersebut, kata dia, diterapkan ketika memasuki pasar di daerah lain. Endar mengaku memilih peluang dan wilayah usaha yang memungkinkan terjalinnya kemitraan, meskipun dalam pelaksanaannya harus bersaing dengan badan usaha milik negara (BUMN).

Ia juga menyoroti persoalan kelancaran pembayaran dalam pelaksanaan proyek. Menurutnya, hubungan kerja sama antarpelaku usaha swasta perlu dibangun dengan komitmen yang baik, termasuk dalam memenuhi kewajiban pembayaran kepada mitra kerja.

“Ketika BUMN masuk, menurut saya, terkadang ada persoalan pembayaran yang ditinggalkan sehingga pihak yang memiliki piutang kesulitan menagih. Namun, kalau bekerja sama dengan kami yang sama-sama dari swasta, insya Allah bisa membangun kerja sama yang baik,” katanya.

Endar mengajak pengusaha di Kota Palu dan Sulteng untuk mengambil bagian dalam berbagai peluang yang tersedia melalui kemitraan dan pembagian peran sesuai kapasitas masing-masing.

“Saya dipertemukan dengan saudara-saudara di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Saya mengajak, jangan cuma saya, mari kita bersama-sama mengerjakan pekerjaan ini. Pekerjaan sebesar apa pun, bukan hanya bicara mampu atau tidak mampu. Kalau dikerjakan bersama-sama, seberat apa pun pekerjaan itu akan menjadi ringan,” tuturnya.

Ia menambahkan, peluang usaha tidak terbatas pada satu wilayah. Selama terdapat kesempatan yang dapat dikembangkan, dirinya terbuka menjajaki kerja sama, termasuk di daerah dengan tantangan geografis.

Endar mencontohkan pengalamannya menjangkau wilayah Mentawai hingga kawasan Samudra Hindia. Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya keberanian melihat peluang dan membangun jaringan dalam mengembangkan usaha.

Kehadiran Endar di Palu diharapkan menjadi awal terjalinnya kemitraan antara pengusaha dari luar daerah dan pelaku usaha lokal. Kerja sama itu berpotensi membuka akses terhadap proyek jasa konstruksi sekaligus memberi ruang lebih luas bagi UMKM untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi.

Melalui kemitraan yang saling menguntungkan, pengusaha lokal diharapkan tidak sekadar menjadi penonton, tetapi turut mengambil peran dalam menggarap peluang usaha di Sulawesi Tengah.