Implementasi Kurikulum Merdeka, Dikbud Parimo Dampingi Sekolah

oleh -
Sekdis Pendidikan dan Kebudayaan Parimo, Sunarti Masanang. (FOTO : media.alkhairaat.id/Mawan)

PARIMO – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dalam Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), mendampingi sekolah dalam pembelajaran tahun ajaran baru 2022-2023.

Tercatat, baru ada 17 sekolah yang melakukan pendaftaran kurikulum merdeka mulai dari PAUD, SD dan SMP

“Dalam penggunaan IKM di Sekolah, tentunya dimulai dari kelas awal untuk SMP kelas 7 dan SD kelas rendah yakni kelas 1,2 dan 3 yang menjadi sasaran untuk penerapan kurikulum baru,” ungkap Sekdis Dikbud Parimo, Sunarti Masanang saat ditemui, Rabu (13/07).

Ia mengatakan, bagi kelas 8 dan 9 masih tetap menggunakan kurikulum 2013 (K13) hingga selesai, sehingga kelas awal yang menggunakan kurikulum merdeka diterapkan hingga selesai di SMP begitu pun sebaliknya ditingkatkan SD.

Ia mengaku, saat ini beberapa sekolah baru sebatas mendaftar dalam penggunaan kurikulum merdeka, namun belum melakukan aktifasi serta login Rapor mutu, dikarenakan belum memahami penerapan kurikulum tersebut.

Untuk lebih mengetahui IKM ditingkatkan sekolah baik SMP dan SD, Dikbud Parimo bekerjasama dengan Balai Guru Penggerak (BGP), melakukan pendampingan bagi sekolah yang telah mendaftar IKM.

“Kami telah menyusun jadwal, dari tingkatan PAUD akan untuk SD dan SMP sudah di bagi dalam lima zona dari Kecamatan Sausu sampai Kecamatan Moutong,” jelasnya.

Kata dia, saat pendampingan pihak BGP sekolah akan diajarkan untuk masuk dalam sistem Kurikulum Merdeka, dan pendampingan ini juga akan dilakukan sampai pada implementasi di sekolah itu sendiri.

“Balai Guru Penggerak mendampingi pada proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru di kelas dan kepada siswa,” pungkasnya.

Reporter: Mawan
Editor : Yamin