PALU, MAL — Pergerakan harga emas Antam hari ini di pasar fisik Indonesia menunjukkan tren variatif dengan penurunan signifikan pada butik Logam Mulia sementara produk di Pegadaian terpantau menguat pada Selasa (20/10).
Tren yang berbeda antarpenjual ini dipicu oleh kebijakan margin dan waktu pembaruan sistem harga yang berbeda sejak sesi pagi perdagangan.
Berdasarkan data resmi PT Aneka Tambang Tbk, harga emas Antam batangan ukuran 1 gram merosot Rp10.000 dari harga perdagangan sebelumnya menjadi Rp2.564.000 per gram. Penurunan ini juga diikuti dengan koreksi pada nilai beli kembali atau buyback yang kini berada di angka Rp2.379.000 per gram.
Di sisi lain, harga emas yang dipasarkan melalui jaringan PT Pegadaian justru mengalami kenaikan tipis. Produk Galeri 24 dan UBS masing-masing menguat sebesar Rp3.000 per gram, membawa harga jualnya ke posisi Rp2.526.000 dan Rp2.551.000, yang menunjukkan daya tahan harga pada level ritel pegadaian.
Ketimpangan tren harga emas Antam ini disebabkan oleh perbedaan struktur penetapan harga dan waktu pemantauan di tiap kanal distribusi. Antam Retro di Pegadaian tercatat naik menjadi Rp2.531.000 per gram, berbanding terbalik dengan koreksi harga dasar yang terjadi pada unit bisnis resmi Antam pada jam operasional yang sama.
“Harga emas Antam hari ini melemah ke posisi Rp 2.564.000 per gram. Mengacu laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam turun Rp 10.000 dari posisi Rp 2.574.000 per gram pada perdagangan sebelumnya,” tulis laporan resmi pemantauan harga Logam Mulia.
Bagi para investor, selisih harga jual dan buyback pada harga emas Antam yang mencapai Rp185.000 per gram perlu menjadi bahan pertimbangan utama dalam transaksi jangka pendek.
