Guru Besar Untad: Demokrasi Terkesan Tercederai

oleh -
Slamet Riyadi Cante

PALU- Salah satu Guru Besar yang juga Pengamat Politik dan Kebijakan Universitas Tadulako (Untad) Palu, Prof.Dr.Slamet Riadi Cante, MSi, menyebutkan pentingnya penguatan demokrasi menghadapi pemilihan umum (Pemilu) 2024.

Ia menilai dalam menyongsong Pemilu 2024, terlihat adanya kecenderungan polarisasi pandangan terkait penguatan prinsip dan nilai-nilai demokrasi di Indonesia.

“Beberapa elit dan birokrasi pemerintah terlihat menggunakan kekuasaannya untuk kepentingan politik, menyebabkan demokrasi terkesan tercederai,” tutur Ketua Asosiasi  Ilmu Politik Indonesia (Sulteng) ini di Palu, Selasa (6/2).

Ia juga menyoroti, sikap kenegarawan yang terdegradasi demi memenuhi hasrat kekuasaan. Politisasi bantuan sosial untuk transaksi elektoral mencerminkan inkonsistensi negara dalam melayani rakyatnya.

Menurutnya, keberpihakan pejabat negara terhadap paslon tertentu dianggap sebagai sikap politik yang kurang terpuji dan menciderai prinsip-prinsip demokrasi.

Olehnya, diharapkan elit negara bisa bersikap netral dan mengayomi semua pihak untuk memperkuat kedaulatan rakyat. Harapan tersebut mengajak semua elemen bangsa untuk merapatkan barisan dan membangun komitmen dalam menjaga marwah Indonesia tercinta.

Reporter: IKRAM/Editor: NANANG