POSO, MAL – Festival Danau Poso 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi budaya dan pariwisata, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pasar dan mengembangkan usaha.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah, Bonny Hardi Putra, mengatakan festival tersebut memiliki potensi mendorong aktivitas ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif, sekaligus memperluas akses terhadap layanan keuangan formal.

Menurut Bonny, Expo UMKM dan Ekonomi Kreatif serta pameran produk unggulan daerah Sulawesi Tengah menjadi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk, menjangkau konsumen, dan meningkatkan daya saing.

“Festival ini bukan hanya menjadi ruang promosi budaya dan pariwisata, tetapi juga mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya UMKM dan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Ia mengatakan, dukungan OJK dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong penguatan UMKM agar dapat berkembang dan berkontribusi terhadap perekonomian daerah.

Upaya itu antara lain dilakukan melalui pengembangan digitalisasi keuangan dan peningkatan akses pelaku usaha terhadap produk serta layanan jasa keuangan formal, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

Bonny berharap, momentum festival tidak hanya dimanfaatkan untuk memasarkan produk, tetapi juga meningkatkan pemahaman pelaku UMKM tentang pengelolaan keuangan dan pemanfaatan layanan keuangan formal untuk mendukung pengembangan usaha.

Melalui kegiatan tersebut, Festival Danau Poso 2026 diharapkan turut memperkuat ekonomi lokal. Namun, dampak ekonominya akan bergantung pada sejauh mana promosi selama festival berlanjut menjadi transaksi, perluasan pasar, dan peningkatan pendapatan pelaku UMKM.