DPRD Diminta Jamin Keamanan Warga Papua di Sulteng

oleh
Kader Kopri PMII Komisariat Untad saat menggelar aksi damai di depan gedung DPRD Sulteng, Kamis (10/10). (FOTO: IST)

PALU – Puluhan Kader Korps Putri (Kopri) Peregerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Kamis (10/10), menggelar aksi damai meminta pihak DPRD Sulteng untuk menjamin keamanan masyarakat dan mahasiswa asal Papua yang ada daerah ini.

Koordinator aksi, Rika Oktaviana, menyampaikan, semenjak berdirinya negara, sampai hari ini belum juga selesai konflik sosial yang terjadi, baik yang mengatasnamakan agama, suku, ras dan kelompok organisasi.

Kata dia, keadaan tersebut tidak lepas dari adanya kepentingan pihak tertentu untuk berkuasa ataupun ingin menguasai sumber daya alam di Indonesia.

“Olehnya, Kopri menginginkan adanya sebuah gerakan yang menguatkan negara, jangan sampai konflik yang sedang terjadi terus berlarut pada akhirnya merugikan bangsa ini,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan beberapa poin penting dalam aksi, yaitu mengutuk keras tindakan rasisme yang dilakukan siapapun di negari ini, meminta agar pemerintah menegakkan hukum terhadap para pelaku rasisme karena sangat berbahaya terhadap keberlangsungan bangsa.

“Kopri PMII Untad siap menjaga keamanan dan kenyamanan mahasiswa asal Papua yang hari ini berada di Kota Palu. Kopri PMII Untad juga mengajak DPRD Sulteng untuk memberikan perlindungan terhadap masyarakat Papua karena sebagai wakil rakyat, maka harus melindungi seluruh rakyat yang ada tanpa mengenal suku, ras, budaya dan kelompok tertentu,” tutup Rika.

Massa aksi ditemui dua anggota DPDR Sulteng dari Fraksi PKB, yakni Rahmawati M. Nur dan Aminullah. Keduanya menyatakan siap mengakomodir semua tuntutan Kopri PMII Untad dan siap bersama-sama menjamin keamanan dan kanyamanan masyarakat dan mahasiswa Papua yang ada di Sulteng. (RIFAY)