BBPST Evaluasi Naskah Bahan Ajar BIPA Bermuatan Kearifan Lokal Sulteng

oleh -

PALU – Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah (BBPST) melalui KKLP Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) menyelenggarakan kegiatan Evaluasi Naskah Bahan Ajar BIPA bermuatan Kearifan Lokal Sulawesi Tengah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Santika, Jalan Moh.Hatta, Kota Palu, pada Ahad (10/12).

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui BBPST terus melakukan upaya internasionalisasi bahasa Indonesia di wilayah Sulteng. Hal tersebut diwujudkan dalam kemitraan antara BBPST dan Asosiasi Pengajar dan Pegiat BIPA (APPBIPA) Cabang Sulteng. Sejak tahun 2022, BBPST memfasilitasi APPBIPA Cabang Sulteng dalam proses pengukuhan lembaga dan peningkatan kompetensi anggota BIPA.

Pada tahun 2023, BBPST dan APPBIPA Sulteng fokus dalam menghasilkan bahan ajar BIPA yang bermanfaat bagi tenaga kerja asing (TKA). Hal ini disebabkan oleh keadaan di Sulteng yang memiliki jumlah tenaga kerja asing terbanyak di Indonesia.

Anggota APPBIPA telah mempelajari cara membuat kurikulum, buku ajar, dan rencana pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing dalam kegiatan bimbingan teknis yang diadakan oleh BBPST pada Maret 2023 di Hotel Best Western Coco Plus, Palu. Hasil dari kegiatan tersebut dievaluasi dalam kegiatan Evaluasi Naskah Bahan Ajar BIPA Bermuatan Kearifan Lokal Sulawesi Tengah.

Dalam kegiatan tersebut, peserta dari APPBIPA dan BBPST hadir untuk meninjau kembali naskah bahan ajar yang disusun sepanjang tahun 2023.

Kepala BBPST, Asrif, Kepala Subbagian Umum BBPST, Anita Yudistira, Koordinator Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) BIPA, Nurmiah, dan Ketua APPBIPA Cabang Sulawesi Tengah, Asrianti, turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Diharapkan melalui kegiatan tersebut, kualitas naskah bahan ajar BIPA terjaga agar layak cetak, layak sebar, dan menjadi kontribusi besar dalam upaya internasionalisasi bahasa Indonesia di wilayah Sulawesi Tengah.

Kegiatan dibuka oleh Kepala BBPST, Asrif, yang menyampaikan apresiasinya terhadap para peserta yang dapat hadir mengikuti kegiatan pada hari libur.

Asrif menjelaskan bahwa proses optimalisasi anggaran BBPST melahirkan kegiatan evaluasi tersebut. Dia yakin kegiatan tersebut bermanfaat karena melalui tahap evaluasi, para peserta bisa mengetahui apakah bahan ajar sudah siap dicetak atau belum.

Asrif juga menyampaikan keresahannya terhadap perkembangan studi bahasa asing di wilayah-wilayah yang memiliki banyak TKA di Sulawesi Tengah tanpa meliputi pengajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing.

“Bahasa Indonesia telah menjadi bahasa resmi Sidang Umum UNESCO ke-10. Ini adalah gebrakan luar biasa!” ucap Asrif pada Ahad (10/12).

Dia berharap capaian Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dalam upaya internasionalisasi bahasa Indonesia dapat menyadarkan masyarakat Indonesia, khususnya Sulawesi Tengah, untuk mengembangkan program BIPA di daerah masing-masing. (**/IKRAM)