Aman Berinternet, Terhindar dari Kejahatan Ruang Digital

oleh -40 Kali Dilihat
3108_Square

BANGGAI – “Tips dan Trik Menghindari Kejahatan di Ruang Digital” menjadi topic utama yang diangkat pada rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang dilaksanakan secara virtual di Banggai, Sulawesi Tengah, 31 Agustus 2021.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo ini diikuti sebanyak 1.017 peserta.

Program kali ini dipandu oleh Azizah sebagai moderator dengan menghadirkan empat narasumber, yaitu Professional MUA dan dosen di Universitas Gorontalo, Isnawati Ilahude; Ketua Forum TBM Kab. Banggai, Siti Anisa Dunggio; Alumni YSEALI Academic Fellowship – USA (2019), Muh Rifai Sahida; serta kriminolog sekaligus Guru Besar FISIP UI, Adrianus Eliasta Meliala.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa.

“Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama, Isnawati Ilahude yang menyampaikan tema ‘Digital Skill-Dompet Digital: Tips Memilih Aplikasi Dompet Digital yang Aman dan Terpercaya’.

Isnawati menjelaskan tentang transaksi digital, keuntungannya, serta alasan milenial senang melakukan pembayaran digital. Ia juga membagikan tips memilih dompet digital dan cara aman bertransaksi digital.

“Rahasiakan OTP, hilangkan jejak aplikasi keuangan, ganti kata sandi secara berkala, hindari akses wifi publik, buat kata sandi yang kompleks, simpan bukti transaksi, dan pastikan bank resmi,” katanya.

Berikutnya, Siti Anisa Dunggio mengusung tema ‘Digital Ethics: Aturan dalam Bertransaksi Digital’. Ia menyampaikan tentang perkembangan teknologi era digital, pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia, dampak perubahan teknologi pada pasar, dan perlunya etika dalam bisnis digital. Ia juga membagikan tips agar usaha tetap tepercaya dan bertahan lama.

“Kenali audiens, permudah sistem, visual menarik, informasi produk yang ditawarkan jelas, akun media sosial jelas, bangun komunikasi yang baik, perhatikan testimoni pelanggan, dan jaga reputasi,” ujarnya.

Pemateri ketiga, Muh Rifai Sahida, menyampaikan tema ‘Digital Culture: Cara dan Legalitas Bayar Tagihan Online’.

Dia menggambarkan perkembangan pengguna internet di Indonesia serta jenis-jenis pembayaran dan tagihan daring. Rifai juga membagikan tips mengetahui aplikasi atau toko itu resmi dan sah.

“Pastikan adanya kerja sama dengan perusahaan terkait, ada logo uang elektronik/aplikasi pada toko tersebut, dan pembayaran sesuai dengan arahan aplikasi,” katanya.

Sebagai pemateri terakhir, Adrianus Meliala menyampaikan materi ‘Digital Sneak-in Culture’.  Adrianus menjelasan tentang perkembangan masyarakat digital, perkembangan industri 4.0, perkembangan kejahatan siber, dan fenomena sneak-in culture. Ia juga membagikan tips agar tidak menjadi korban cyber-related crime.

“Hindari klik tautan mencurigakan, cermati spelling error, baca syarat dan ketentuan secara kritis, validasi sumber informasi, jangan tergiur hadiah, dan pertimbangkan memberikan data pribadi,” tegasnya.

Setelah sesi pemaparan materi, moderator melanjutkan kegiatan tersebut dengan sesi tanya jawab yang disambut meriah oleh para peserta. Panitia memberikan uang elektronik senilai masing-masing Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

“Apakah keberadaan e-wallet akan memberikan manfaat bagi pengusaha terutama UMKM? Bagaimana yang tidak menggunakannya? Apakah transaksi digital ini bisa diterima masyarakat yang dalam ajarannya melarang transaksi tanpa tatap muka langsung? Apakah e-wallet akan mempengaruhi inflasi ekspektasi?” tanya Winami Sonako, salah satu peserta webinar kepada Rifai.

Rifai mengatakan bahwa ia sebagai pengusaha kecil, merasakan dampak baik dari keberadaan e-wallet, terutama di masa pandemi. Selain menghemat waktu dan tenaga, e-wallet juga praktis digunakan, apalagi ketika ada transaksi yang harus diselesaikan dalam waktu bersamaan.

“Terkait inflasi, e-wallet tidak mempengaruhinya karena merupakan sistem pembayaran,” terang Rifai.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. ***