TOUNA, MAL – Program Studi Agroteknologi Universitas Tadulako (UNTAD) bersama Himpunan Mahasiswa Agroteknologi (Himagrotek) menerapkan teknologi pompa hidram untuk membantu mengatasi persoalan air pertanian, di Dusun Uebae, Desa Padang Tumbuo, Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), Jumat (16/10) lalu.
Penerapan teknologi tersebut menjadi salah satu upaya menjawab keterbatasan air yang dihadapi petani, terutama di tengah ancaman fenomena El Niño, pemadaman listrik, serta ketidakstabilan pasokan dan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Kegiatan ini didampingi dosen Agroteknologi UNTAD, Muhammad Amiruddin. Pemasangan pompa hidram berhasil dilakukan hingga alat tersebut dapat mengalirkan air secara kontinu.
Berbeda dengan pompa konvensional yang membutuhkan energi listrik atau BBM untuk beroperasi, pompa hidram memanfaatkan energi dari aliran air untuk mendorong sebagian air menuju lokasi yang lebih tinggi.
Teknologi ini diharapkan menjadi alternatif pengairan yang hemat biaya dan ramah lingkungan bagi petani, khususnya di wilayah yang menghadapi keterbatasan akses energi dan sumber air untuk kebutuhan pertanian.
“Teknologi pompa hidram ini memanfaatkan tekanan dinamik dari hantaman air itu sendiri untuk menaikkan air ke tempat yang lebih tinggi. Solusi ini sangat tepat guna, efisien, dan berkelanjutan bagi petani Dusun Uebae, terutama di tengah ancaman El Niño, pemadaman listrik, dan harga BBM yang fluktuatif,” ungkap Muhammad Amiruddin, melalui rilisnya diterima media ini, Selasa (19/10).
Kata Amiruddin, selain memasang unit pompa, tim Agroteknologi UNTAD bersama Himagrotek juga memberikan pelatihan teknis kepada 17 petani setempat.
“Pelatihan tersebut mencakup pengoperasian dan perawatan pompa hidram agar masyarakat dapat mengelola serta menjaga keberlangsungan fungsi alat secara mandiri,” jelasnya.
Selama kegiatan berlangsung, para petani dan tokoh masyarakat setempat menunjukkan antusiasme dengan mengikuti diskusi, mengajukan pertanyaan, serta mempraktikkan cara kerja dan pemeliharaan pompa.
Keterlibatan masyarakat ini menjadi bagian penting dalam memastikan teknologi yang diterapkan tidak hanya berfungsi sebagai proyek percontohan, tetapi juga dapat dimanfaatkan dan dirawat dalam jangka panjang.
Amiruddin menambahkan, meski pemasangan pompa hidram percontohan telah berhasil dilakukan, kebutuhan pengairan di Dusun Uebae masih memerlukan perhatian lebih lanjut. Cakupan layanan pompa yang tersedia perlu diperluas agar dapat menjangkau areal pertanian warga secara lebih merata.
Masyarakat dan kelompok tani setempat berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan, terutama melalui alokasi anggaran dan bantuan pembangunan infrastruktur pengairan yang permanen dan berkelanjutan.
Dukungan tersebut dinilai penting agar penerapan teknologi pompa hidram dapat dikembangkan sesuai kebutuhan petani dan kondisi sumber air di lapangan.
“Melalui kolaborasi perguruan tinggi, mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah daerah, teknologi ini diharapkan dapat diterapkan lebih luas untuk mendukung keberlanjutan usaha tani, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Padang Tumbuo,” tandas Amiruddin. *
