PALU, MAL — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tadulako (Untad) melatih teknik biofotomikrografi bagi dosen dan mahasiswa STIFA Pelita Mas Palu untuk meningkatkan kualitas dokumentasi laboratorium.
Pelatihan yang berlangsung pada 07/09 hingga 08/09 ini mengenalkan sistem pengambilan dan analisis citra mikroskopis menggunakan mikroskop konvensional yang dipadukan dengan smartphone serta perangkat lunak ImageJ.
Metode ini dirancang sebagai alternatif ekonomis dari mikroskop digital mahal yang umum di pasaran. Melalui teknik biofotomikrografi, objek mikroskopis dapat diukur secara akurat menggunakan bantuan mikrometer.
“Tujuan kegiatan ini adalah menyediakan sistem dokumentasi mikroskopis yang terstandar namun terjangkau, sekaligus meningkatkan kompetensi dosen dan mahasiswa dalam kalibrasi,” kata Astija, Ketua Tim Pengabdian Untad.

Menurutnya, banyak institusi pendidikan tinggi dengan sumber daya terbatas belum memiliki perangkat digital memadai. Tanpa teknik biofotomikrografi yang tepat, pengambilan gambar seringkali dilakukan tanpa kalibrasi sehingga kualitas data penelitian rendah.
“Citra ilmiah yang sahih harus dilengkapi skala ukur agar ukuran objek dapat diinterpretasikan secara akurat, serupa dengan fungsi skala pada peta,” kata Astija.
Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan nilai rata-rata peserta dari 45,78 menjadi 82,78. Kegiatan pelatihan di Universitas Tadulako ini juga berhasil menyusun draf SOP dokumentasi mikroskopis sebagai acuan baku di laboratorium mitra.
Tim pengabdian ini beranggotakan Astija, Lestari MP. Alibasyah, Isnainar, Vita Indri Febriani, dan Dwi Setyorini yang dibantu oleh tiga mahasiswa Untad sebagai pembantu pelaksana.
