PALU, MAL — Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, menginstruksikan penerapan pembelajaran daring selama tiga hari dan mengimbau warga menggunakan masker akibat memburuknya kualitas udara Palu dalam sepekan terakhir.
Kebijakan ini diambil menyusul rilis data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan tren penurunan kualitas udara di wilayah tersebut.
Berdasarkan pantauan per 18/10, parameter Particulate Matter (PM2.5) di Kota Palu sempat menyentuh angka 160 µgram/m3 yang masuk kategori sangat tidak sehat. Kondisi kualitas udara Palu yang fluktuatif ini memaksa pemerintah mengambil langkah antisipatif untuk melindungi kesehatan warga, terutama kelompok rentan.
“Kondisi udara masih tergolong kurang baik dan tidak sehat. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk terus menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah maupun di dalam ruangan apabila merasa kurang sehat,” kata Hadianto Rasyid, Wali Kota Palu.
Sebagai langkah konkret perlindungan pelajar, Pemerintah Kota Palu menetapkan skema pembelajaran jarak jauh (daring) bagi jenjang TK hingga SMP. Kebijakan ini mulai berlaku efektif sejak Senin hingga Rabu, terhitung tanggal 19 hingga 21 Oktober 2026 sebagai respon atas memburuknya kualitas udara Palu.
“Anak-anak sekolah tetap mengikuti proses belajar mengajar, namun pelaksanaannya dialihkan secara daring selama tiga hari ke depan. Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan kesehatan anak-anak kita serta memperhatikan masukan dari orang tua,” kata Hadianto Rasyid, Wali Kota Palu.
Hadianto juga mengingatkan masyarakat agar segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gangguan pernapasan. Seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit di Palu telah disiagakan untuk memberikan pelayanan maksimal bagi warga yang terdampak kondisi polusi udara saat ini. ***
