JAKARTA, MAL — Kementerian Pendidikan Malaysia (MOE) menunda pelaksanaan ujian akhir sekolah yang dijadwalkan pekan depan menyusul kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah negara tersebut.
Dalam pernyataan pada Kamis (15/10/2026), MOE menyebut keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan kekhawatiran orang tua dan wali murid terkait kesehatan dan keselamatan anak-anak, terutama siswa yang harus hadir di sekolah untuk mengikuti ujian tertulis.
“Kementerian Pendidikan memahami dilema yang dihadapi orang tua. Mereka ingin melindungi kesehatan anak-anak, namun pada saat yang sama khawatir bahwa ketidakhadiran di sekolah dapat menyebabkan anak-anak mereka melewatkan ujian,” demikian pernyataan MOE, dikutip dari Malay Mail.
MOE menyerahkan penjadwalan ulang ujian kepada masing-masing sekolah dengan mempertimbangkan kondisi di wilayah mereka. Jadwal baru akan disampaikan kepada orang tua dan wali murid.
Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Malaysia dalam beberapa hari terakhir diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.
Pekan lalu, Malaysia sempat menutup sejumlah sekolah akibat kualitas udara yang memburuk hingga mencapai tingkat sangat tidak sehat.
Pekan ini, MOE menetapkan sekolah wajib ditutup jika Indeks Polutan Udara (API) mencapai 200. Sementara itu, seluruh kegiatan di luar ruangan harus dihentikan ketika API melebihi 100.
Pada Jumat (16/10/2026), sekolah-sekolah di delapan distrik, yakni Klang, Kuala Selangor, Kuala Langat, Hulu Langat, Gombak, Sepang, Petaling Perdana, dan Petaling Utama, diliburkan akibat kabut asap.**
