PARIMO, MAL – Bupati Parigi Moutong (Parimo), Erwin Burase, mengungkapkan alasannya tidak melantik istrinya yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Parimo dalam pengisian jabatan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Keputusan itu diambil karena ia ingin tetap mendampingi anak-anak mereka yang masih bersekolah.

Ia mengatakan, istrinya sebenarnya telah menerima undangan pelantikan. Namun, ia memilih tidak melanjutkan proses tersebut setelah mempertimbangkan kondisi anak-anak mereka yang masih membutuhkan perhatian dan pendampingan orang tua.

“Kalau Ibu bekerja di sini, siapa yang mengurus anak-anak di sana? Masa kita mau korbankan anak-anak? Saya bilang, kita orang tua ini egois kalau mementingkan diri sendiri, tetapi meninggalkan anak-anak yang masih bersekolah,”ungkapnya usai melantik 18 Kepala OPD, Kamis (15/10).

Menurut dia, anak-anak masih berada dalam usia sekolah, termasuk yang akan memasuki jenjang sekolah dasar (SD), jika istrinya turut disibukkan dengan pekerjaan pemerintahan, perhatian terhadap anak-anak berpotensi berkurang.

Ia menegaskan, masa pertumbuhan anak, terutama usia dini, membutuhkan perhatian dan bimbingan orang tua agar perkembangan mereka tetap terarah.

Ia mengapresiasi kepada istrinya yang bersedia mengundurkan diri dari proses pengisian jabatan tersebut dan memberikan kesempatan kepada kandidat lain.

Kata dia, istrinya telah menyampaikan persetujuan agar namanya digantikan oleh kandidat berikutnya sesuai hasil seleksi terbuka. Menurut Erwin, pengisian jabatan harus tetap mengacu pada hasil pemeringkatan dan nilai yang diperoleh peserta seleksi.

“Alhamdulillah, Ibu Ketua PKK ini berbesar hati, menyampaikan silakan diganti saja nama saya, kasih yang berikutnya saja,” pungkasnya.