SUMSEL, MAL — Peristiwa kecelakaan kereta batu bara melibatkan dua rangkaian Kereta Api Batu Bara Tarahan (Baratarahan) terjadi di Jalur I emplasemen Stasiun Talangbaru, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), pada Kamis (15/10) dini hari.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 02.36 WIB ini melibatkan KA 4045 yang bermuatan batu bara dan KA 4136 dalam kondisi rangkaian kosong. Benturan keras tersebut menyebabkan lokomotif dan belasan gerbong terguling hingga menutup akses jalur kereta dari dua arah.
Kecelakaan kereta batu bara ini mengakibatkan dua kru KA 4045 mengalami luka-luka, yakni masinis Cokro Waskito (37) dan asisten masinis Ahmad Marjuki (23). Keduanya telah mendapatkan perawatan medis di puskesmas terdekat akibat luka robek dan memar di bagian kepala.
“Benar, dua rangkaian kereta api, yakni KA 4045 dan KA 4136, terlibat tabrakan hingga menyebabkan gerbong terguling serta anjlok dari rel,” kata AKBP Helmy Tamaela, Kapolres Ogan Komering Ulu.
Berdasarkan data lapangan, tercatat tiga unit lokomotif dan 15 gerbong mengalami kerusakan serius akibat anjlok dan terguling. Petugas teknis dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) segera dikerahkan ke lokasi untuk memulai proses evakuasi sarana yang menutupi jalur.
Hingga saat ini, penyebab pasti masuknya KA 4045 ke jalur satu yang sedang ditempati KA 4136 masih dalam tahap investigasi internal. Pihak otoritas belum memberikan kesimpulan resmi terkait potensi kegagalan sinyal maupun faktor kesalahan manusia dalam kejadian ini.
Dampak dari peristiwa ini, lintas Prabumulih hingga Baturaja tidak dapat dilalui sama sekali. KAI menyampaikan permohonan maaf atas gangguan jadwal perjalanan, termasuk pembatalan KA Rajabasa yang terdampak langsung oleh proses pemulihan jalur di lokasi kejadian.
