JAKARTA, MAL — Nama Salim Segaf Al-Jufri kembali masuk ke lingkar pemerintahan pusat. Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jumat (2/10).

Bagi Sulawesi Tengah, penunjukan tersebut memiliki kaitan khusus. Salim Segaf merupakan cucu Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri atau Guru Tua, ulama pendiri Alkhairaat yang membangun jaringan pendidikan Islam dari Palu hingga berbagai wilayah Indonesia.

Salim lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 17 Juli 1954. Ia menempuh pendidikan menengah di lingkungan Alkhairaat sebelum melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Islam Madinah, Arab Saudi.

Di kampus tersebut, Salim menyelesaikan pendidikan sarjana, magister, hingga doktoral di bidang syariah masing-masing pada 1976, 1980, dan 1986.

Sepulang dari Arab Saudi, kiprah Salim tidak hanya berada di ruang pendidikan dan dakwah. Ia tercatat mengajar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA), serta Dirasat Islamiyah Jakarta.

Dari Diplomat hingga Menteri Sosial

Jalur pemerintahan Salim dimulai dari dunia diplomasi. Ia dipercaya menjadi Duta Besar RI untuk Arab Saudi dan Oman pada 2005 hingga 2009, menggantikan Muhammad Maftuh Basyuni.

Setelah menyelesaikan tugas diplomatik, Salim masuk ke kabinet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pada 22 Oktober 2009, ia dilantik sebagai Menteri Sosial dalam Kabinet Indonesia Bersatu II dan menjalankan jabatan tersebut hingga 2014.

Setelah keluar dari pemerintahan, aktivitas Salim kembali banyak bersinggungan dengan politik. Ia pernah menjabat Ketua Dewan Syariah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan kemudian menjadi Ketua Majelis Syura PKS.

Pengalaman tersebut membuat perjalanan Salim berada di beberapa ruang sekaligus: pendidikan Islam, diplomasi, pemerintahan dan politik.

Kini Menjadi Penasihat Presiden

Pelantikan Salim sebagai anggota Wantimpres menjadi babak baru dalam perjalanan tersebut. Ia kini berada dalam lembaga yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden.

Presiden Prabowo melantik jajaran Wantimpres berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 107/P Tahun 2026. Dalam struktur baru tersebut, Pratikno menjadi Ketua Wantimpres, sementara Muhammad Hatta Rajasa menjadi Wakil Ketua dan Muhammad Qodari sebagai Sekretaris.

Salim menjadi salah satu dari jajaran anggota Wantimpres bersama sejumlah tokoh dari latar belakang politik, pemerintahan, akademisi, dunia usaha, dan organisasi keagamaan.

Bagi Salim, posisi tersebut menambah panjang daftar jabatan publik yang pernah diembannya. Bagi Alkhairaat dan Sulawesi Tengah, penunjukan itu kembali membawa nama keluarga Guru Tua ke salah satu ruang penting dalam pemerintahan Indonesia.