PARIMO, MAL – Hujan berintensitas tinggi memicu banjir yang merendam enam desa di Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Jumat (2/10).
Di tengah penanganan banjir tersebut, sejumlah wilayah di bagian utara Parimo masih menghadapi persoalan kekeringan yang berdampak pada kebutuhan air bersih masyarakat.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Parimo, Rivai, mengatakan penanganan kedua bencana dilakukan secara bersamaan dengan menyesuaikan kondisi serta kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah terdampak.
“Di Kecamatan Toribulu, banjir terjadi sekitar pukul 06.10 WITA setelah hujan deras berlangsung cukup lama. Debit sungai meningkat hingga meluap dan menggenangi permukiman warga,” kata Rivai.
Enam desa yang terdampak banjir masing-masing Toribulu Selatan, Tomoli Utara, Sibalago, Singura, Tomoli Selatan dan Sienjo.
Merespons kondisi tersebut, BPBD Parimo melakukan penanganan darurat dengan menormalisasi sejumlah saluran pembuang di Desa Tomoli Utara, Tomoli Selatan dan Sienjo.
“Normalisasi dilakukan untuk memperlancar aliran air, mengurangi genangan dan mencegah dampak banjir meluas ke permukiman warga,” jelasnya.
Sementara itu, persoalan kekeringan masih terjadi di sejumlah wilayah utara Parimo. Kebutuhan air bersih meningkat, terutama di Desa Petunasugi dan Kotanagaya, Kecamatan Bolano Lambunu.
BPBD Parimo kemudian menyalurkan air bersih kepada masyarakat terdampak guna memenuhi kebutuhan dasar warga selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
Rivai menjelaskan, penanganan kedua bencana tersebut dilakukan dengan pendekatan berbeda sesuai karakteristik dampaknya. Banjir ditangani melalui upaya pengurangan genangan dan pemulihan fungsi saluran air, sementara kekeringan direspons dengan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.
“Penanganan darurat terus dilakukan BPBD Parimo untuk mengurangi dampak bencana sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak tetap terpenuhi,” pungkasnya.
