MOROWALI, MAL – PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menyerahkan enam unit kapal kepada kelompok nelayan di Desa Keurea dan Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Rabu (30/09).
Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung aktivitas perikanan sekaligus memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat pesisir di sekitar kawasan industri hilirisasi nikel.
Penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan masyarakat yang telah dilakukan sebelumnya. IMIP menyediakan kapal beserta mesin sebagai satu kesatuan agar dapat langsung digunakan untuk mendukung kegiatan penangkapan ikan.
Deputy Department Head Community Development & CSR PT IMIP, Laurencia Kirana Larasati, mengatakan program tersebut merupakan upaya perusahaan untuk meningkatkan kapasitas operasional kelompok nelayan yang selama ini menghadapi keterbatasan sarana produksi.
“Program ini merupakan inisiatif strategis dalam rangka memperkuat ekonomi masyarakat pesisir melalui peningkatan kapasitas operasional kelompok nelayan di Desa Fatufia dan Desa Keurea. Program ini dirancang sebagai bentuk intervensi perusahaan terhadap keterbatasan sarana produksi nelayan yang selama ini berdampak pada rendahnya efisiensi dan produktivitas kegiatan penangkapan ikan,” ujar Laurencia, Rabu (30/9/2026).
Kapal bantuan yang disalurkan berbahan fiberglass dengan panjang 10 meter dan lebar 1,3 meter. Kapal tersebut memiliki kapasitas hingga 10 orang dengan daya angkut maksimum 1,5 ton serta dilengkapi mesin tempel Yamaha 15 PK berkapasitas 246 CC.
Menurut Laurencia, penerima bantuan telah melalui proses verifikasi administratif dan penilaian kebutuhan. Penetapan kelompok penerima mempertimbangkan kebutuhan, kesiapan operasional, kapasitas kelompok, serta komitmen dalam mengelola dan memelihara bantuan.
“Intervensi dilakukan dengan pengadaan dan distribusi 6 unit perahu fiber dan 6 unit mesin tempel kepada kelompok nelayan penerima manfaat yang telah melalui proses verifikasi administratif dan penilaian kebutuhan. Penetapan penerima mempertimbangkan aspek kebutuhan, kesiapan operasional, kapasitas kelompok, serta komitmen dalam mengelola, menggunakan, dan memelihara bantuan secara berkelanjutan,” katanya.
Selain menyediakan sarana produksi, IMIP juga berkoordinasi dengan tenaga teknis untuk memberikan pelatihan pengoperasian dan pemeliharaan mesin kapal kepada penerima manfaat. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan dapat dimanfaatkan dan dirawat secara berkelanjutan.
Laurencia mengatakan bantuan sarana dan prasarana tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas usaha perikanan tangkap dan stabilitas pendapatan rumah tangga nelayan.
“Dalam jangka menengah dan panjang, bantuan sarpras ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap penguatan ekonomi masyarakat pesisir melalui peningkatan produktivitas usaha perikanan tangkap, stabilitas pendapatan rumah tangga nelayan, serta berkembangnya aktivitas ekonomi masyarakat yang berkaitan dengan sektor perikanan, khususnya di Desa Fatufia dan Desa Keurea,” ujarnya.
Ia menambahkan, program tersebut merupakan bagian dari pendekatan sosial dalam kerangka Environmental, Social, and Governance (ESG) yang berfokus pada penguatan kapasitas ekonomi masyarakat. IMIP juga akan terus memantau pemanfaatan bantuan serta mengevaluasi kebutuhan pendukung lainnya, termasuk pelatihan teknis dan pemeliharaan peralatan.
“Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program Community Development dan mendukung peningkatan kapasitas masyarakat di sekitar kawasan industri,” pungkas Laurencia. ***
