PALU, MAL – Wali Kota Palu Hadianto Rasyid didampingi Sekretaris Daerah Kota Palu Irmayanti Pettalolo serta sejumlah pejabat Pemerintah Kota Palu melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), Selasa (29/9).

Sidak dilakukan untuk memastikan kedisiplinan, efektivitas kerja, dan pelaksanaan tugas aparatur berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

Sejumlah OPD yang dikunjungi meliputi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Palu, Kantor Kecamatan Palu Barat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Dinas Sosial Kota Palu, serta RSUD Anutapura Palu.

Dalam kunjungannya ke Kantor Kecamatan Palu Barat, Hadianto memberikan arahan kepada jajaran aparatur agar meningkatkan etos kerja dan memperkuat koordinasi dengan para lurah.

Menurutnya, target-target yang telah ditetapkan tidak akan tercapai tanpa perubahan pola kerja yang lebih baik.

“Kita ini orang kota, tapi kerja-kerja kita tidak seperti orang kota. Target-target kita di kecamatan tidak tercapai karena kerja-kerja kita seperti ini. Lakukan koordinasi dengan para lurah,” tegas Hadianto.

Ia menekankan bahwa semangat “Moving in Action” yang menjadi tema pembangunan dan rangkaian Hari Ulang Tahun ke-48 Kota Palu harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

“Moving in Action bukan sekadar omong-omong, tapi kita sudah harus kerja nyata. Jangan komiu merasa tidak terpanggil,” ujarnya.

Saat sidak berlangsung, wali kota juga mendapati seorang staf di Kantor Kecamatan Palu Barat yang terlihat hanya menonton pada jam kerja. Temuan tersebut menjadi perhatian sekaligus pengingat bagi seluruh aparatur agar memanfaatkan waktu kerja secara bertanggung jawab.

“Bukan kita bekerja supaya mau dilihat orang. Tapi kalau cara kerja kita begini, harusnya malu,” katanya.

Hadianto menyampaikan bahwa Kota Palu saat ini mendapat perhatian dari berbagai pihak karena dinilai terus mengalami perubahan. Namun, menurutnya, kemajuan tersebut harus dibarengi dengan perubahan budaya kerja aparatur pemerintah.

“Kota Palu itu barometer. Orang menganggap Palu sudah berubah, tapi saya anggap belum, karena cara kerja kita belum memperlihatkan perubahan,” ujarnya.

Dalam arahannya, Hadianto juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan dan koordinasi di lingkungan Pemerintah Kota Palu. Ia menjelaskan bahwa apel pagi telah disederhanakan dan hanya dilaksanakan setiap Senin, sementara pada hari kerja lainnya briefing dilakukan oleh masing-masing kepala seksi maupun kepala bidang untuk memastikan pekerjaan berjalan terarah.

“Apel sudah kita sederhanakan, hanya Senin saja. Selanjutnya di hari kerja biasa, briefing masing-masing kepala seksi atau kepala bidang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hadianto menegaskan bahwa pembangunan Kota Palu membutuhkan dukungan seluruh aparatur pemerintahan. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran OPD, kecamatan, dan kelurahan untuk bekerja secara profesional serta membangun sistem kerja yang lebih baik.

“Saya hanya peduli bagaimana kota kita maju. Sadarlah kita, saya tidak bisa bangun kota ini sendiri. Saya butuh komiu. Tapi kalau komiu tidak bisa bangun sistem dan bekerja dengan baik, apa saya mau buat?” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa perubahan Kota Palu sangat bergantung pada kualitas kerja setiap aparatur.

“Perubahan kota ini tergantung dari kerja-kerjanya komiu. Saya minta komiu kerja, bukan kerja untuk saya, tapi kerja untuk punya kota. Kerja untuk tanggung jawabnya komiu. Begitupun kerja bukan untuk camat,” ujarnya.

Hadianto juga mengajak seluruh aparatur membangun budaya kerja yang lebih disiplin, terukur, dan bertanggung jawab. Ia mencontohkan pola kerja di kota-kota besar yang menuntut setiap individu memiliki target dan manajemen waktu yang jelas.

“Kota ini belum bisa maju sekali karena kita belum siap. Lihat orang di Jakarta sana, dia tahu jam sekian masuk, keluar rumah dari jam lima, semua kerja terukur. Itu baru di Jakarta, di sana pun masih ada yang bolong-bolong,” tuturnya.

Ia berharap seluruh jajaran Pemerintah Kota Palu menjadikan kedisiplinan dan kerja nyata sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam mendorong kemajuan daerah.

“Kita harus bawa kota kita maju dengan kerja-kerja kita,” pungkasnya.

Sidak tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Palu memperkuat disiplin aparatur, memastikan pelayanan publik berjalan optimal, serta membangun budaya kerja yang berorientasi pada hasil dan tanggung jawab. ***