PALU, MAL – Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Kamaruddin Amin, dipastikan menghadiri sekaligus membuka Pekan Olahraga, Riset, dan Ornamen Seni se-Indonesia Timur (Poros Intim) IV yang digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Senin (6/7).

Rektor UIN Datokarama, Prof. Lukman Thahir, mengatakan Sekjen Kemenag telah tiba di Kota Palu dan disambut langsung oleh jajaran pimpinan UIN Datokarama bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulteng di Bandara Mutiara Sis Aljufri.

“Sekjen Kemenag Bapak Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A. telah tiba di Kota Palu, dan kami bersama jajaran pimpinan UIN Datokarama beserta Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sulteng sore tadi telah menjemput bapak Sekjen di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu,” ujar Prof. Lukman.

Dalam prosesi penyambutan, Rektor UIN Datokarama memakaikan siga dan kain selempang berwarna kuning kepada Sekjen Kemenag sebagai simbol penghormatan serta memuliakan tamu yang datang ke Tanah Kaili.

Menurut Prof. Lukman, kehadiran Sekjen Kemenag menjadi bukti dukungan dan perhatian serius Kementerian Agama terhadap penyelenggaraan Poros Intim yang digagas oleh perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) se-Indonesia Timur.

Ia menilai, kehadiran Sekjen juga mencerminkan komitmen Kementerian Agama dalam membina dan mengembangkan potensi mahasiswa PTKIN, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

“Oleh karena itu, kehadiran Sekjen Kemenag merupakan motivasi dan angin segar bagi PTKIN di wilayah Indonesia Timur,” katanya.

Poros Intim IV diikuti sekitar 500 mahasiswa PTKIN dari wilayah Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua, serta Nusa Tenggara. Pembukaan resmi dijadwalkan berlangsung pada Senin (6/7) pukul 20.00 Wita di Kampus UIN Datokarama.

Kegiatan yang berlangsung pada 6–11 Juli 2026 itu mempertandingkan berbagai cabang olahraga, riset, dan seni. Cabang olahraga meliputi futsal, bulu tangkis, tenis meja, sepak takraw, taekwondo, dan pencak silat.

Sementara cabang riset mencakup karya tulis ilmiah Al-Qur’an dan karya tulis ilmiah hadis. Adapun cabang seni meliputi MTQ, MHQ, MQQ, Pop Solo Islami, Nasyid, Kaligrafi, Pidato Tausiah, serta Debat Konstitusi.***