PALU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), menyatakan dukungannya terhadap kehadiran PT Vale Indonesia Tbk di Kabupaten Morowali.

Kehadiran perusahaan tambang nikel yang menjadi bagian dari holding MIND.ID tersebut dinilai dapat menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat di daerah.

Ketua Komisi III DPRD Sulteng, Arnila HM Ali, usai rapat dengar pendapat (RDP) dengan manajemen PT Vale, di Palu, Rabu (04/03), menyampaikan, kehadiran PT Vale merupakan kabar baik yang telah lama dinantikan, khususnya di wilayah Morowali dan Morowali Utara.

Menurut Arnila, keterbukaan informasi yang ditunjukkan perusahaan dalam forum tersebut menjadi langkah positif untuk membangun komunikasi yang lebih baik antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak perusahaan.

“Kami hari ini sangat senang karena PT Vale menunjukkan keterbukaan. Artinya, hal-hal yang sebelumnya belum kami ketahui sekarang bisa kami pahami,” ujar legislator dari Partai NasDem ini.

Dalam RDP tersebut, DPRD Sulteng juga menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat di wilayah lingkar tambang.

Pada kesempatan itu, Arnila menyatakan pentingnya peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal serta dukungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar area operasional perusahaan.

Politisi yang akrab disapa Haji Cica itu juga berharap, PT Vale dapat menjadi contoh bagi perusahaan tambang lainnya dalam pengelolaan industri yang berkelanjutan.

Ia menambahkan bahwa investasi di sektor pertambangan diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan memperkuat stabilitas ekonomi daerah.

“Yang namanya pertambangan tentu ada plus minusnya. Tetapi kita berharap kehadiran industri ini memberi dampak positif bagi generasi muda Sulawesi Tengah, khususnya dalam membuka kesempatan kerja di masa depan,” tegasnya.

Saat RDP, Head of External Relations Regional & Growth PT Vale, Endra Kusuma, menjelaskan, saat ini perusahaan tengah mempercepat pembangunan proyek smelter high-pressure acid leaching (HPAL) di wilayah Sambalagi, Morowali.

Ia menyebutkan bahwa progres pembangunan smelter tersebut telah mencapai 21,5 persen. Awalnya proyek ditargetkan rampung pada 2027, namun perusahaan berupaya mempercepat penyelesaiannya pada akhir 2026.

“Harapannya manfaat proyek ini bisa lebih cepat dirasakan oleh negara, pemerintah daerah, serta masyarakat di sekitar wilayah operasi,” kata Endra.

PT Vale, lanjutnya, tetap berkomitmen menjalankan kegiatan operasional dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan serta menjaga keseimbangan antara aktivitas industri, lingkungan, dan masyarakat sekitar.

Selain pembangunan industri, perusahaan juga menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di wilayah IGP Morowali, salah satunya adalah pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui program TPS3R yang dikelola Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Valone Jaya di Desa Onepute Jaya.

“Program tersebut melayani 267 kepala keluarga di wilayah tersebut,” katanya.

Berdasarkan data tahun 2025, program itu telah mengelola sekitar 218 ton sampah yang terdiri dari 55 ton sampah organik, 6 ton anorganik, dan 156 ton residu.

Upaya edukasi pengelolaan sampah juga dilakukan melalui sosialisasi di 15 sekolah dasar di 13 desa area pemberdayaan, serta pendampingan pengelolaan sampah di Desa Dampala dan Unsongi di Kabupaten Morowali. ***