Habib Shaleh Ingatkan Abnaul Khairaat Tetap di Rel Guru Tua

oleh

SIGI – Pimpinan Majelis Ta’lim Abnaul Khairaat, HS. Shaleh bin Muhamad Aljufri, mengingatkan kepada masyarakat agar tetap berpegang pada ajaran yang dibawa oleh Pendiri Alkhairaat yakni HS. Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua.

“Tentu masyarakat yang ada di sini, yang harus diingat tetap kita harus mengikuti ajaran Guru Tua. Harus tetap berada di belakang relnya Guru Tua,” ujar HS. Saleh dalam tausiyahnya pada peringatan Maulid Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam (SAW) di Masjid Baabul Kahiraat Kompleks BTN Dolo, akhir pekan lalu.

Habib menjelaskan, cara untuk selalu bersama Guru Tua, dengan memasukan anak-anak generasi penerus ke madrasah-madrasah Alkhairaat. Dengan cara itu, generasi selanjutnya akan mengetahui bagaimana kebesaran ilmu yang dimiliki Guru Tua.

Ia menambahkan, para orangtua tidak akan mengenal kehebatan Ilmu Guru Tua, jika anak-anaknya tidak dimasukan ke madrasah-madrasah yang didirikannya.

“Ajaran Guru Tua tentang Mualid Nabi Muahammad. Guru Tua menjelaskan tentang bagaimana Nabi Muammad, maka dari itu, saya mengingatkan kembali jangan jauh dari relnya Guru Tua. Habib orang yang besar dan saya merasakan itu, waktu saya berada di luar negeri” katanya.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Dapil Sulteng ini menceritakan pengalamannya, ketika berada disebuah majelis yang dipimpin almarhum Sayyid Alwi Almaliki di Kota Makkah. Di majelis tersebut dia duduk di kursi paling belakang bersama teman-temanya mahasiswa, tiba gilirannya mempekenalkan nama, Sayyid Almaliki langsung memanggilnya duduk di depan bersama para ulama.

“Dihadiri oleh ulama-ulama di Timur Tengah, saya waktu mahasiswa dari Mesir datang haji, dan ikut majelisnya Sayyid Alwi Almaliki. Saya ini duduk di belakang sekali bersama teman-teman mahasiswa, dan meperkenalakan namanya, sampai giliran saya ,emperkenalkan, nama, Saleh bin Muhammad Aljufri langsung disambung oleh Sayyid Alwi Almaliki, dari Falu (Palu-red), Iya, saya langsung disuruh berdiri, dan duduk di depan bersama ulama,” kisahnya.

Jadi lanjut habib, jangan pernah meremehkan apa yang dijarkan oleh Guru Tua. Apalagi kalau  ada orang, mengaggap ilmunya sudah lebih tinggi daripada Guru Tua.

Guru Tua kata dia, ilmunya  ibarat samudera yang luarbiasa. Ulama di Jawa tidak mau melangkah di depan Guru Tua, karena mengetahui kebesaran yang dimiliki ulama asal Hadramaut Yaman itu.

“Itu yang ingin saya sampaikan, agar kita tahu bagaiamna kebesar Habib Idrus Bin Salim Aljufri. Karena kalau kita tidak tahu, akhirnya mana kebesarnya, Alkhairaat peninggalan beliau. Itu yang harus kita jaga” pungkasnya.

Untuk diketahui, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Sigi, Kepala Desa Kotaridau dan ratusan jemaah. Kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama mahasiswa KKN Untad dan Risma Desa Kotarindau. (MUSTHAFA/NANANG IP)