Warga Poso Terdampak Konflik Wamena Dipulangkan Bertahap

oleh
Suasana kedatangan warga Poso dari Wamena, di Pelabuhan Makassar, Sabtu (05/10), pekan lalu. (FOTO: IST)

POSO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Poso, telah memulangkan 109 warganya yang selama ini tinggal dan bekerja di Kabupaten Wamena, Provinsi Papua. Mereka dipulangkan melalui kapal dan saat ini sudah tiba di Pelabuhan Makassar.

Seratusan warga  tersebut dipulangkan ke Poso, setelah sebelumnya sempat ditampung di pengungsian Kota Jayapura karena terkena dampak konflik yang terjadi di daerah itu, 23 September 2019 lalu.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Poso, Yan Edward Guluda, di rumah jabatannya, Ahad (06/10), mengatakan, pemulangan warga Poso itu dilakukan untuk mengantiipasi terjadinya korban jiwa, jika sewaktu-waktu konflik Wamena meluas.

Menurutnya, sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah, seluruh warga, baik yang telah tiba  di Makassar ataupun yang masih menunggu pemberangkatan berikutnya, sepenuhnya ditanggung oleh Pemkab, termasuk sewa hotel sebagai tempat tinggal sementara.

“Penanganan warga Poso yang ada di Wamena merupakan instruksi langsung dari Bupati. Kami telah membentuk tim pemulangan pengungsi, mulai dari pendataan, penjemputan di Makassar hingga fasilitas penginapan,” ungkap Yan.

Sementara Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Poso, Idham  Ince Dahlan yang dihubungi saat menjemput warga Poso di Makassar, menjelaskan, seluruh warga Poso yang terdampak konflik, akan dipulangkan dalam tiga gelombang.

Gelombang pertama, kata dia, sembilan orang sudah tiba Makassar sejak Sabtu pekan lalu melalui jalur laut. Gelombang kedua sebanyak 45 orang dan gelombang ketiga 55 orang yang rencananya dipulangkan menggunakan pesawat Hercules milik TNI-AD. Untuk gelombang kedua dan ketiga itu, pihaknya memperkirakan akan tiba di Poso pada pertengahan Oktober 2019 mendatang.

“Jadi sembilan orang sudah tiba dengan selamat dan dalam kondisi sehat di Makassar. Selanjutnya tinggal kita jemput untuk kita bawa ke Poso dan akan tiba di Poso besok (Senin hari ini),” jelas Idham.

Menurutnya, sembilan warga tersebut siap dipulangkan ke Poso menggunakan bus milik Pemkab. Mereka adalah kaum perempuan, lanjut usia, anak-anak dan balita.

Dari sembilan orang yang dimaksud, lima di antaranta warga Pendolo, Kecamatan Pamona Selatan dan empat lainnya warga Desa Meko, Kecamatan Pamona Barat.

Meskipun akan tinggal di rumah keluarga, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap segala kebutuhan mereka dengan melibatkan aparat desa dan camat setempat. (MANSUR)