Warga Papua di Palu Dijamin Aman dari Rasisme

oleh
Mahasiswa Untad asal Papua dan Papua Barat foto bersama Wali Kota Palu, Hidayat, Senin (26/08). (FOTO: MAL/HAMID)

PALU – Wali Kota Palu, Hidayat menjamin warga suku Papua di Palu takkan mendapat perlakuan-perlakuan tidak menyenangkan seperti diskriminasi dan rasisme.

Menurutnya aksi-aksi seperti itu tidak boleh dilakukan apalagi di era perkembangan teknologi dan informasi yang makin pesat apalagi Indonesia menjunjung tinggi tenggang rasa antara warga negara.

“Jadi tidak usah khawatir tinggal di sini. Saya jamin adik-adik aman di sini. Kami akan jaga,” ucapnya saat menerima kunjungan perwakilan mahasiswa Universitas Tadulako (Untad)asal Papua di salah satu cafe di Palu, Senin.

Rombongan mahasiswa itu dipimpin Sonny Barabas selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Afirmasi.

Ia menerangkan Pemerintah Kota Palu memiliki lembaga adat dan organisasi kepemudaan yang tersebar di 46 kelurahan yang salah satu tugasnya menjaga keharmonisan antara warga negara dan kerukunan antara umat beragama.

“Adik-adik mahasiswa Papua ini tinggal di Kelurahan Tondo, saya perintahkan lembaga adat dan lembaga kepemudaan di sana untuk menjaga adik-adik. Saya jamin kalian aman,” tegasnya.

Langkah tersebut ia lakukan menyusul aksi rasis yang dilakukan oknum-oknum tidak bertanggungjawab terhadap mahasiswa asal Papua di Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya, Jawa Timur beberapa waktu lalu.

“Tidak usah takut atau khawatir kuliah di sini. Kalau perlu menikah dengan warga di sini. Nanti saya bantu nikahkan,” ujarnya disambut gelak tawa perwakilan mahasiswa Untad asal Papua yang hadir dalam kesempatan itu.

Hidayat juga berharap kepada mahasiswa asal Papua dan Papua Barat yang mengenyam pendidikan di Kota Palu agar ikut berpatisipasi serta menjadi bagian dalam pembangunan.

“Bagi anak  mahasiswa asal Papua dan Papua Barat, saya berharap dapat mengambil peran dan bisa ikut serta dalam kegiatan-kegiatan budaya dengan menampilkan tarian khasnya,” ajak Hidayat.

Hidayat mengatakan, Pemkot melalui visi misinya terus mendorong terciptanya nilai toleransi, kegotong-royongan dan kekeluargaan.

“Sesungguhnya tradisi masayarakat di Palu (Kaili) adalah sangat menjunjung tinggi kekeluargaan dan toleransi dan sangat menghargai tamunya. Dengan prinsip selama darahnya masih berwarna merah, maka mereka itu adalah saudara kita,” bebernya.

Sementara Wakil rektor untad bidang kemahasiswaan Saggaf yang juga turut hadir dalam kesempatan tersebut, mengatakan bahwa pihaknya telah menganggap para mahasiswa asal Papua dan Papua Barat tersebut sebagai bagian dari keluarga besar Untad dan warga Kota Palu.

Turut hadir dalam pertemuan kemarin Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Palu, Ansyar Sutiadi dan Kabag Humas dan Protokol bersama Kasubag Humas dan Kabag Umum Hj Leyla Husen serta pejabat lainnya dari Untad. (HAMID)