Waqaf Investasi Terbaik Dunia Akhirat

oleh
Ketua Badan Pelaksana BWI pusat, Prof. H. Muhammad Nuh Dea mengukuhkan pengurus BWI Provinsi Sulteng di Aula Kanwil Kemenag Sulteng, Ahad (14/07) (FOTO : Dok Humas Kemenag Sulteng)

PALU – Pengurus Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) resmi dilantik, Ahad (14/07) di Aula Kantor wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulteng.

BWI Sulteng dilantik oleh Ketua Badan Pelaksana BWI pusat, Prof. H. Muhammad Nuh Dea didampingi Kepala Kanwil Kemenag Sulteng, H. Rusman Langke.

Di kesempatan itu, Prof. H. Muhammad Nuh Dea menyampaikan, wakaf adalah penggerak ekonomi umat yang menjadi salah satu  investasi terbaik di dunia dan akhirat. Menurutnya, kejayaan Umat Islam dalam sejarah ditopang oleh pengelolaan wakaf yang profesional.

“Barang  siapa yang mengabaikan masa depan, maka dia tidak akan mendapatkan masa kini dan hanya akan menjadi dinosaurusx  masa lalu,” pesannya.

Di kesempatan yang sama, Rusman Langke mengatakan, wakaf adalah salah satu ajaran agama Islam yang dapat dijadikan sebagai salah satu instrumen untuk menggerakkan ekonomi umat Islam, sekaligus memberdayakannya.

Hal tersebut dapat diwujudkan jika umat Islam mempunyai kesadaran untuk berwakaf dan dikelola oleh nazhir  yang amanah, profesional dan akuntabel.

“Potensi wakaf itu dapat dilihat dari jumlah penduduk Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Menurut Sensus tahun 2015 jumlah Penduduk Indonesia 266,91 juta jiwa dan 88 %  Atau 213, 528 juta  jiwa adalah Muslim. Dari sisi demografis ini belum disentuh dan dikelola secara maksimal,” kata Rusman.

Dia mengatakan,  pemerintah menyadari besarnya potensi itu, dan dapat menggerakan perekonomian nasional. Olehnya dibentuk BWI dan dikeluarkan regulasi UU No 41 tahun 2004 tentang Wakaf.

Rusman berharap pada pengurus yang baru dikukuhkan, agar dapat melaksanakan tugas dan amanah yang diemban untuk menjadikan wakaf sebagai penggerak ekonomi umat Islam dan ekonomi nasional. (YAMIN)