Wali Kota: Saya Difitnah Direktur PDAM

oleh
Walikota Palu Sedang meminta penjelasan dari Direktur PDAM, Kurniawansyah, di ruang kerjanya, Rabu (11/7). (FOTO: MAL/HAMID)

PALU – Wali Kota Palu Hidayat meminta kepada penyidik tindak pidana korupsi (tipikor) Polres Palu untuk memeriksa secara tuntas proyek DPAM bermasalah yang dikerjakan sejumlah kontraktor.

Hal ini diungkapkan Hidayat, Rabu (11/07), menanggapi pencatutan namanya oleh sejumlah oknum yang mengatasnamakan tim sukses untuk mendapatkan proyek di PDAM Kota Palu.

Hidayat geram karena namanya dicatut dalam proyek pembuatan sambungan jaringan air minum dengan sasaran Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) oleh PDAM Kota Palu.

Direktur PDAM Kota Palu Kurniawansyah memberikan proyek kepada 15 oknum kontraktor hanya karena oknum itu mengaku sebagai tim sukses Hidayat saat maju di Pilkada Kota Palu 2016.

Saat ini proyek yang telah dipecah menjadi 15 paket penunjukkan itu telah dikerjakan sejak 2017, rupanya bermasalah sehingga kini diusut penyidik Tipikor Polres Palu.

Dia bahkan mengaku difitnah Direktur PDAM melalui statemen yang diungkapkannya di media massa.

“Dia (Direktur PDAM Palu) sudah tidak beradat dan berbudaya. Direktur PDAM ini telah memfitnah dan saya tidak terima hal ini. Padahal saya tidak pernah diberitahu dan tidak pernah menanyakan jumlah proyek dan sebagainya yang ada di PDAM itu. Saya difitnah. Bisanya kau kasih mereka itu proyek hanya karena mereka mengatasnamakan tim sukses saya dan tidak konfirmasi ke saya,” kata Hidayat di depan Direktur PDAM Palu, Kurniawansyah.

Menurut Hidayat, pernyataan Kurniawansyah alias Wawan itu telah membuat dirinya sangat tersudut.

“Apakah kalau ada orang yang mengaku tim sukses saya maka harus langsung diberi pekerjaan tanpa adanya seleksi atau kroscek terlebih dahulu,” beber Hidayat.

Hidayat bertambah marah karena proyek tersebut dikerjakan para kontraktor yang hanya menggunakan perusahaan pinjaman.

“Saya selalu menyampaikan kepada semua instansi agar tidak boleh berikan pekerjaan kepada kontraktor yang pinjam-pinjam perusahaan,” kesalnya.

Dia menegaskan, saat ini tidak ada lagi istilah tim sukses, melainkan aparat atau tim yang dibentuk untuk merampungkan terwujudnya visi misi Pemkot, hingga akhir masa jabatan.

“Saya juga berpesan kepada awak media bahwa saya tidak alergi untuk dikritik dan menerima hal itu untuk kebaikan. Namun terkadang media juga lalai dalam menjunjung tinggi aturan dari sebuah produk pemberitaan karena tidak melakukan konfirmasi,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, dia juga memerintahkan Asisten Bidang Perekonomian, Imran Lataha yang membawahi PDAM untuk melakukan pemeriksaan dan pendalaman atas persoalan tersebut.

Di depan wartawan, Hidayat mengaku telah meninjau langsung salah satu lokasi pengerjaan proyek PDAM itu dan mengetahui bahwa terjadi dugaan pelanggaran hukum di tubuh PDAM Kota Palu.

“Waktu saya periksa kemarin, ada setengah dana bansos itu masuk di perumahan yang dibangun developer. Seharusnya pembuatan sambungan jaringan air minum di sana ditanggung developer, bukan pakai dana bansos,” tegas Hidayat.

Ia meminta Dirut PDAM bertanggung jawab atas keputusannya dan memintanya siap diproses hukum, bilamana terbukti terdapat perbuatan melanggar hukum.

Di depan sejumlah pejabat Pemkot Palu, wartawan dan Wali Kota, Direktur PDAM Palu Kurniawansyah tidak membantah semua pernyataan tersebut dan mengaku siap mempertanggungjawabkan perbuatannya. (HAMID)