Wahdah Islamiyah Sigi Tanam 500 Bibit Pohon di Beka

oleh

PALU – Pengurus Wahdah Islamiyah Kabupaten Sigi, melalui LAZiS (Lembaga Amal Zakat, Infaq dan Sedekah), melakukan aksi tanam pohon di Desa Beka, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Ahad (20/10).

Terdapat sekitar 500 bibit pohoh yang ditanam dengan aneka jenis yang berbeda, seperti ebony, gaharu, mangga, nangka, durian, dan ketapang.

Suasana aksi tanam pohon yang dilakukan Wahdah Islamiyah Kabupaten Sigi, Ahad (20/10). (FOTO: IST)

Aksi ini merupakan salah satu bagian dari program Wahdah, dalam hal ini Program Bina Lingkungan, sebagai bentuk komitmen organisasi tersebut untuk melestarikan lingkungan.

Kegiatan penenaman pohon tersebut

Aksi penanaman juga melibatkan warga dan pemerintah desa  setempat, seperti kepala desa, kepala dusun, RT, Bhabinkamtibmas, dan lainnya.

Ketua Lazis, Wahdah Islamiyah Sigi, Andi Setiyawan kepada MAL, mengatakan penanaman bibit pohon itu merupakan bagian dari program bina lingkungan.

“Jadi salah satunya adalah penghijauan. Kebetulan di Desa Beka ini ada banyak pohon yang tumbang akibat gempa lalu dan menurut warga, pohon-pohon itu merupakan sumber air mereka. Memang di sekitar tempat kita reboisasi tadi, ada sumber air yang debitnya sudah sangat berkurang. Jadi memang ini sangat penting untuk menjaga kelestarian hutan di sana,” sebut Andi.

Ke depan, lanjut dia, pihaknya akan melakukan survei lagi daerah-daerah mana lagi di Sigi yang membutuhkan untuk reboisasi. Apalagi, katanya, beberapa wilayah di daerah itu menjadi langganan banjir dan longsor ketika curah hujan tinggi.

Di Wahdah, lanjut dia, selain lingkungan, pihaknya juga memiliki program rutin lainnya yang sudah berjalan saat ini, seperti sosial, kesehatan, pengentasan baca aksara Al-Quran.

“Misalnya kalau program kesehatan, kita ada kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis, sunatan massal, ada ruqyah massal,” ujarnya.

Menurutnya, program di Wahdah sendiri ini tidak karena ada bencana saja, tapi sudah menjadi program rutin setiap tahunnya, walaupun tanpa bencana.

“Tapi kalau yang pohon ini memang ada kaitannya dengan bencana kemarin,” pungkasnya. (RIFAY)