Wabup Donggala Hadiri Sosialisasi PPDM dan PKM Unisa di Kaliburu

oleh
Wakil Bupati Donggala, Moh.Yasin foto bersama Rektor Unisa, Dr.Umar Alatas usai penyerahan bantuan PPDM dan PKM Unisa di desa Kaliburu. (FOTOWakil Bupati Donggala, Moh.Yasin foto bersama Rektor Unisa, Dr.Umar Alatas usai penyerahan bantuan PPDM dan PKM Unisa di desa Kaliburu. (FOTO: MAL/IWAN)

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Donggala, Moh.Yasin menguraikan potensi sumber daya alam yang dimiliki oleh kabupaten Donggala.

DONGGALA- Wakil Bupati Donggala Mohammad Yasin menghadiri sosialisasi dan pelaksanaan program pengabdian kepada kepada masyarakat dosen Universitas Alkhairaat (Unisa), yakni Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM), Desa Mandiri Kreatif Berbasis Pengolahan Potensi Lokal dan
Program Kreativitas Masyarakat (PKM) Penguatan Kearifan Lokal Pasca Bencana. Program ini digelar di desa Kaliburu, Kecamatan Sindue Tombosabora, Kabupaten Donggala. Sabtu (27/6).

“Daerah kita ini kaya akan sumber daya alamnya, baik pada sektor pertanian maupun kelautan. Sayangnya masyarakat kita belum mampu mengelolanya dengan baik. Kehadiran Unisa di tengah-tengah masyarakat ini, saya ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya telah memberikan pencerahan dengan sentuhan teknologi,” kata Yasin.

Yasin yang juga Ketua Tim Penanggulangan kemiskinan Kabupaten Donggala itu mengungkapkan, perbedaan orang miskin di kota dan desa.
” Sebenarnya tidak ada orang miskin di desa, karena jika dilihat, mereka masih punya rumah, tanah atau hewan ternak, sementara orang miskin di kota tidak punya tempat tinggal, mereka tidur dibawah jembatan dan tidak punya pekerjaan tetap,” ujarnya.

Menurutnya, orang di desa hanya miskin akses. Sementara pemerintah tidak bisa bekerja sendirian, peran perguruan tinggi, perbankan dan stakeholder juga sangat membantu. Misalnya, di Bank ada Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Di sektor perikanan juga seperti itu, kata Yasin. Donggala memiliki ikan tuna, korapu dan lainnya yang tak kalah dengan daerah lain. Tinggal bagaimana diberikan sentuhan teknologi berupa fish fander yang bisa memudahkan para nelayan.

“Kita harus saling mensupport. Jangan terlalu larut dalam urusan politik, saatnya membangun ekonomi kerakyatan.

Kita harus berani keluar dari zona nyaman, dari berpikir biasa menjadi luar biasa. Seperti filosofi telur, dia berani melubangi cangkangnya untuk menjadi seekor ayam,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Alkhairaat (Unisa), Dr.Umar Alatas secara khusus memuji gagasan brilian Wakil Bupati Donggala itu.

“Saya juga orang Donggala Pak Wabup, jangan terkecoh dengan wajah, saya ini asli orang Wani,” kata Rektor mengawali sambutannya.

Rektor mengatakan, kehadirannya sebagai pimpinan institusi tertua di Sulawesi Tengah di masyarakat dengan para abdimas merupakan wujud nyata peran Unisa dalam melakukan pemberdayaan masyarakat desa.

Ketua tim PPDM, Dr Ahsan Mardjudo mengapresiasi kehadiran dua pimpinan muda tersebut.

“Kehadiran mereka berdua yang telah memberikan pencerahan kepada masyarakat, khususnya masyarakat desa Kaliburu, kecamatan Sindue Tombosabora sangat berarti bagi kami Tim Abdimas yang melakukan pengabdian di desa tersebut,” katanya.

Di akhir acara, tim PPDM melakukan pelatihan pembuatan naget ikan dan abon ikan bagi kelompok ibu-ibu rumah tangga dan penyerahan parang secara simbolis Wabup Donggala. Moh.Yasin dan Rektor Unisa, Dr. Umar Alatas bagi kelompok tani Silamolo Puncak dan Bukit Silamolo.

Turut hadir pada kegiatan itu, ibu Wakil Bupati Donggala, Ibu Rektor Unisa, Ketua LPPM Unisa, Abdul Kadir Alkaf, Dekan Fakultas Perikanan Unisa, Mawar dan Kepala Divisi Pengabdian kepada Masyarakat, Mohamad Gulom.
(IWANLAKI)

Iklan-Paramitha