UTBK – SBMPTN Berubah Jadwal, Untad Tidak Laksanakan Ujian Tahap II

oleh
Humas LPMPTN Untad, Yutdam Mudin, S.Si, M.Si saat memberikan keterangan Pers, di Gedung Rektorat Untad, Senin (20/06) (FOTO : YAMIN)

PALU –  Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer – Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri  (UTBK-SBMPTN) yang dilaksanakan  Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) mengalami sejumlah perubahan jadwal, yang mulai tanggal 5 sampai 14 Juli 2020.

“Perubahan jadwal terjadi, karena menyesuaikan dengan situasi pandemi Covid-19 dan penerapan protokol kesehatan. Salah satu perubahannya, pelaksanaan UTBK per hari akan dilaksanakan dari empat sesi menjadi dua sesi. Masing-masing sesi diberi jeda waktu selama 2 jam 45 menit untuk melaksanakan protokol kesehatan,” ujar Humas LPMPT Universitas Tadulako (Untad), Yutdam Mudin, saat memberikan keterangan pers, di Gedung Rektorat Untad, Senin (29/06).

Yutdam menjelaskan,  jika UTBK dimulai tanggal 5 Juli,  maka  pada model yang awal panitia  melaksanakan Ahad, senin, selasa, rabu dan kamis di pertengahan hari.  Akan tetapi, karena ada perubahan,  maka sesi itu akan terlaksanakan menjadi tujuh  hari,  karena satu hari dua sesi. Menurut dia, tujuh  hari itu tetap dimulai tanggal 5 juli, tetapi hari jum’at itu seluruh di Indonesia hanya bisa satu sesi, maka pelaksanaan  UTBK Untad akan berakhir pada tanggal 12 Juli.

“Ada juga yang beredar di masyarakat, bahwa ada tahap dua sesuai informasi dari konfrensi pers di pusat.  Memang tahap dua ada, dari tanggal 20 sampai 29 Juli. Tahap pertama itu tanggal 5 sampai  14 juli. Tetapi karena Untad bisa menyelesaikan tahap pertama dari tanggal  5 sampai 12 Juli saja.  Maka kami menyelesaikan hingga tanggal 14 Juli 2020. Jadi tidak ada Untad melaksanakan tahap dua,” jelasnya.

Kata dia, kegiatan penjadwalan ulang, sesi ganjil atau sesi 1,3,5,7,9,11 akan berubah waktunya saja.  Sesi satu yang sebelumnya Pukul 07.00 Waktu setempat,  menjadi Pukul 09.00 Waktu setempat. Kemudian sesi tiga yang tadinya Pukul 13.00 Waktu setempat, menjadi Pukul 14.00 Waktu setempat.  Tetapi yang cukup berubah relokasinya adalah sesi genap.

“Sesi genap itu dilakukan setelah Sesi 1,3,5, 7 sampai 11 selesai. Jadi sesi genap itu kemungkinan besar dimulai pada hari kamis atau hari jum’at, yang sebelumnya hari Ahad. Tepatnya perubahan itu kapan dimana, nati siswa jam 15. 00 Wita akan membuka akun resmi di LTMPT.ac.id  untuk melihat ulang dimana terjadi perubahannya. Setelah menemukannya,  para peserta mencetak dan hasil cetakannya itulah yang menentukan kapan harinya mereka melaksanakan,” katanya.

Untuk mengikuti ujian itu, peserta diwajibkan melapor ke pusat UTBK Untad,  dan yang bersangkutan akan mengikuti tes,  paling lambat tanggal 2  Juli 2020 melaporkan ke panitia. Jika permohonan disetujui, maka  pihak UTBK  akan  merelokasi peserta ketahap UTBK berikutnya.

Menurut Yutdam, peserta yang akan mengikuti tes di Untad sebanyak 6.374 orang, pesertanya merupakan putra-putri dari seluruh Indonesia

“Sekarang tercatat 6.374. itu yang tes di Untad. Bukan yang masuk Untad ya.  Yang melakukan tes di Untad ini adalah yang mendaftar diseluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia. Begitu juga yang masuk Untad banyak yang ikut tes dari luar. Untuk total peserta UTBK  kita tidak tahu, karena belum ada datanya. Yang pasti yang tes di Untad  nanti 6.374 itu,” tambahnya. 

Untuk Untad sendiri telah menyiapkan 29 ruangan  yang tersebar di empat lokasi.  Terdiri dari  10 ruangan di Kampus  Untad,  4 ruangan di SMKN 1 Palu, sembilan ruangan di  SMKN 2 Palu, dan enam ruangan di SMKN 3 Palu. Masing-masing sesi akan di isi 445 peserta.

Dia menambahkan, panitia UTBK melaksanakan sesui protokol kesehatan Covid-19, yang mana panitia akan melakukan penyemprotan H-Minus 1 tempat  ujian, menyediakan masker tambahan untuk mengantisipasi jika peserta lupa membawa masker,  menyiapkan tim untuk melakukan scan suhu badan dan dua posko kesehatan

“Siswa yang suhu badannya di atas 38 derajat kami tidak izinkan masuk ujian.  Nanti kita akan carikan solusinya jika ada siswa yang suhu badannya tidak baik. Dan kita sudah hitung berapa tenaga scaner yang kita butuhkan dalam rangka untuk percepatan scaner.  Setiap sesi akan ada anggota yang membersihkan komputer dan lainnya. Posko kesehatan kami siapkan di dua ntitik,  satu di Untad dan satu di Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng,” tandasnya. ( YAMIN)

Iklan-Paramitha