Untad Prioritas Ringankan UKT Bagi Mahasiswa Korban Bencana

oleh
Suasana rapat terbatas terkait dinamika UKT bagi warga Pasigala yang terdampak bencana, di ruang meeting Ketua Senat Lantai III Rektorat Untad, Senin (12/08) (FOTO : IST)

PALU – Universitas Tadulako (Untad) memprioritaskan korban bencana yang tinggal di hunian sementara (huntara) dengan membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp500 ribu per semester.

Mereka adalah para penyintas bencana alam 28 September 2018 lalu yang berasal dari tiga kabupaten/kota di Sulteng.

Untuk itu, bagi mereka yang sudah terlanjur membayar Rp1,750 juta per semester, akan dibuatkan Surat Keputusan Rektor yang menetapkan bahwa dana sebesar itu untuk mengcover tiga semester sekaligus.

Adapun sisanya Rp250 ribu akan menjadi investasi pembayaran untuk semester keempat. Dengan demikian, mereka tinggal membayar sisanya Rp250 ribu lagi untuk semester keempat.

“Langkah ini juga untuk memberi kepastian hukum bagi mahasiswa bahwa hingga mereka menyelesaikan studinya, UKT yang wajib mereka bayar adalah Rp500 ribu per semester,” tegas Rektor Untad, Prof. Mahfudz dalam rapat pimpinan terbatas di ruang meeting Ketua Senat, Lantai III Rektorat Untad, Senin (12/08).

Rektor juga menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya atas keterbatasan sistem IT Untad yang tidak mampu menyimpan data-data yang sudah UKT Kategori Satu (K1) sehingga berubah menjadi UKT-K3.

“Atas keterbatasan tersebut dan menimbulkan kekecewaan bagi anak-anak kami, maka hari ini kami tebus kehilafan itu dengan segera menetapkan dalam bentuk surat keputusan,” tegas Rektor.

Rektor juga mengucapkan terima kasih kepada kalangan pers dan pegiat media sosial yang sudah memberikan kritikan atas keterbatasan itu.

“Kami berjanji untuk merespons sepanjang tidak bertentangan dengan aturan dan ada jalan untuk itu,” tekannya.

Hadir dalam rapat tersebut Ketua Senat Untad, Prof Dr Ir H Muhammad Basir, Ketua Dewan Professor Prof Mery Napitupulu, Ketua Dewan Pertimbangan Dr Harifuddin Thahir, Ketua Satuan Pengawasan Intern (SPI) Dr Ikbal dan sejumlah wakil rektor (warek).

Selain akan menerbitkan SK bagi korban bencana alam, rapat tersebut juga memutuskan akan membentuk tim verifikasi bagi mahasiswa korban bencana alam yang masih tinggal di huntara. (MELDA)