UNISA-ICRC Gelar Seminar Internasional Hukum Perang dalam Islam

oleh
Perwakilan ICRC saat diterima Rektor Unisa, Dr. Umar Alatas, beberapa waktu lalu. (FOTO: MAL/IWANLAKI)

PALU – Universitas Alkhairaat (Unisa) dipercayakan menjadi tuan rumah Seminar Internasional Hukum Perang dalam Islam. Seminar yang dikerjasamakan dengan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) atau The International Committee of The Red Cross (ICRC) Indonesia itu akan dihelat tanggal 9 September 2019 mendatang, Aula Ibnu Shina, Fakultas Kedokteran Unisa.

Ketua Panitia, Idrus M. Said, Rabu (28/08), mengatakan, kerja sama dengan ICRC itu melekat di Fakultas Agama Islam (FAI) Unisa. Menurutnya, seminar dimaksud akan membahas hukum humaniter internasional dan akhlak atau nilai-nilai kemanusiaan universal.

Ia mengatakan, seminar akan diikuti oleh beberapa perguruan tinggi, ormas Islam dan  pondok pesantren di Kota Palu dan sekitarnya.

“Persiapan kegiatannya sudah sekitar 85 persen. Tinggal menyebarkan undangan ke berbagai ormas Islam dan beberapa perguruan tinggi swasta dan negeri yang akan terlibat sebagai peserta,” ungkap Idrus.

Menurutnya, Penasehat Hukum Bidang Yurisprudensi dan Hukum Islam, ICRC, Prof. Dr. Ahmed Al-Dawoody yang juga penulis Buku Hukum Perang Islam, didaulat sebagai pembicara seminar, sekaligus sebagai pembawa kuliah tamu di Unisa.

Pembicara kedua, lanjut dia, adalah Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Alkhairaat yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Tengah, Habib Ali bin Muhammad Aljufri.

Idrus menguraikan, di sesi pertama akan memberikan gambaran tentang

atau Ahklak Kemanusiaan (nilai-nilai kemanusiaan) secara universal yang saat ini terjadi di belahan dunia, khususnya yang terjadi di negara-negara Arab.

Selain itu juga memberikan roadmap Indonesia sebagai bagian untuk menjawab kendala dan tantangan ketika terjadi situasi dan kondisi sebagaimana yang terjadi di sebagian besar negara-negara di dunia.

“Kami berharap, setelah diadakannya kegiatan ini, peserta bisa memahami hukum humaniter international dan ahklak kemanusiaan dalam menjalani kehidupan dengan menerapkan landasan hukum yang benar,” harapnya. (IWANLAKI)